Rabu, 06 Agustus 2014

metamorfosis

hari ini adalah hari ketiga aku beraktifitas kembali setelah libur lebaran 1435 H, aku bangun pagi sekali tidak seperti biasanya, hal ini karena perubahan agenda dan orientasiku, di usiaku yang semakin bertambah, semakin banyak rintang, halang, juga beberapa hal yang harus aku pikirkan dan lakukan, tidak lagi menggantungkan diri pada siapapun, kemandirian dan kedewasan menjadi tuntutan dan suatu keharusan. kini aku memasuki babak baru dalam mengarungi kehidupan. hidup dan kematian adalah takdir dan kusa dariNya memang.namun sebuah anugrah dan rahmat bagi orang-orang yang berkesempatan melakukan kebajikan dan hanya karena tulus kecintaan padaNya. kami semua diciptakan untuk menerima ujian darimu, baik dalam bentuk kenikmatan maupun kesulitan, lalu kami akan menjadi pemenang ataukah penyesal.. aahh jika surga dan neraka tak pernah ada, masihkah ku mencintaiNya dan menyembahNya...?? ya,,, pada dasarnya sejatinya tujuan hidup hanyalah untuk mendapatkan ridha dariNya...

alhamdulilah nikmat Iman, dan Islam yang Kau berikan dan tetapkan padaku, kini ku masih juga Kau titipkan kedua orang tuaku Ibunda Yeni Latifah dan Ayahanda Ahmad Syifa. yang harus ku jaga dan kubahagiakan, aku yakin, baktiku pada mereka, adalah baktiku padaMU. aku mohon Tuhan Kasihilah mereka sebagaimana mereka mengasihiku di waktu kecil. wujudkanlah  mimpi-mimpinya, tiada paling bahagia selain melihat mereka tersenyum bahagia, semua mimpinya dapat terwujud, aku tahu betul keinginan mereka adalah melihat dan menghadiri aku wisuda, tiada yang paling indah selain darinya, maka ini adalah salah satu hajat terbesarku yaitu orang tua menyaksikan aku menjadi sarjana, hanya itulah dapat aku lakukan, meskipun belum dapat menggantikan kebaikan dan kasih sayangnya..dan tidak akan pernah bisa tergantikan, selain itu pula hanya doa yang terus mengalir untukmu yang dapat kulakukan, dan aku tahu betul di tahun mendatang, tepatnya 2015 mereka akan menunaikan ibadah haji maka wujudkanlah  Ya Allah, muhdahkanlah, sehatkanlah kedua orang tuaku.. Wahai engkau yang maha pengasih lagi penyanyang Ya Rabb.. maka kasihi dan rahmatillah kaluarga kami.. 


Selasa, 15 April 2014

tiga srikandi

        Siang penaku lama sudah aku tak menyambangi mu dengan lentikan jemariku yang sarat dengan makna. Berlarut dalam kenikmatan yang tanpa arah,hanya alibi mengisi kekosongan di tengah cengkraman dunia fatamorgana, melang-langbuana mencari diri, tiada manfaat tiada guna dirasa, menunda kerja adalah bagian dari citra ku, kesibukan dan aktifitas yang tanpa rencana sehingga rutinitas belaka. Hilangkan kewajiban dan tanggungjawab sebagian, suara hati yang mendominasi suara fikir, lelah, gundah dan gelisah selalu berkeluh menggelayut menopang tubuh, menghantui gerak dan fikir menapikan sisi objektif. Luka yang mencambuk membabi buta sadarkan diri akan kekuatan dan potensi, lalu aku mengharap ada cahaya membawa kedamaian dan jalan tuk merajut asa menggapai cita, perlahan aku menepi mencari sunyi dan kasih, namun tak kudapatkan hingga kini, akhirnya aku ingin berkisah padamu, merangkai kata tuk mengabadikan dan perbaikan diri.
Kisah ini berawal dari aku, ayu dan maryam ketua suku kami. orang biasa  menyebut dengan tiga srikandi. Tepat tanggal 27 Februari 2014, di saat teriknya sinar mentari melangkah pasti, bahu membahu saling merangkul, mengikat janji, untuk mencerdaskan. Dibekali beberapa lembar kertas penuh karya, termaktubkan spirit perjuangan juga wasiat gerakan, pantang menyerah dan arah, dari satu pintu ke pintu lainnya, dari orang biasa sampai pemangku kebijakan kampusku,  kritik , saran dan coretan kebal kami terima, melalui lorong waktu, menembus hiruk pikuknya keramaian, mencairkan sunyi, menebar ilmu pengetahuan.
Saat senja, kami duduk bersua, hendak kemana lagi kami melangkah, ternyata tidak perlu waktu panjang dan tidak banyak hidangan yang kami nikmati, segera kami putuskan untuk menapakkan kaki menuju tempat peraduan. angkotpun menjadi penghantar kami sampai di tempat. lagi dan lagi kami harus memasang kuping lebar-lebar, bahkan lapangkan dada selapang-lapangnya. karena yang kami temui adalah salah satu dari ratusan banyaknya alumni kami yang masih peduli, mba husnul panggilan akrabnya. wejangan, dongeng masa lalu bahkan selalu kami terima, terlampau asyiknya kami berbincang hingga suara cacing demopun kami abaikan, sedikit kami tutupi dan bungkam, sebab malu dam tak sampai hati, namun akhirnya da yang mengerti satu mangkuk bakso, kami santap dengan lahap. menjawab dan menentrankam.. hehe...
Ternyata ketua suku menghubungi ketua cabang untuk bertemu di majasem, bicara soal agenda, sebenarnya aku berniat memisahkan diri dari 3 srikandi, karena habis maghrib saja baru keluar dari sumber, bagaimana untuk sampai sana, biasanya angkot D3 trakyek majasem jam 19.00 sudah tidak ada, namun tetap tidak bisa keluar dari rombongan, karena loyalitas ku yang tinggi juga persahabatan yang sangat erat, ga sampai di hati kalau harus meninggalkan mereka. 
Rombongan srikandi turun di majasem jam 19.15. hati saya was-was, karena tidak ada sedikitpun tanda-tanda ada mobil angkutan yang kami tuju, jalananpun tampak sepi, kami terus melangkang dari lampu merah pelandakan sembari menunggu mobil, di tengah perjalanan ada mobil yang bersedia memberikan tumpangan, syukurlah, alhamdulilah, kami bertiga sampai di tempat yang kami tuju, ternyata kami harus bersabar untuk beberapa menit lagi, hmhmhm...
 
 

Senin, 17 Maret 2014

sabda malam

malam mengadu rindu kekal,
menjelma kelambu
tak satu kata beradu padu
pada kotak merah jambu
aduhai cintaku di ujung tanduk
dibawa musim haru
hari yang berlalu adalah hampa
kosong, ibarat tersesat di padang ilalang
tanpa arah,mengalir menggapai napsu
menepiskan akal, tenggelam dalam dunia fatamorgana
ku harap hari ini benar-benar ada
tak hanya diam, terinjak takdir kehidupan
tak hanya bersandar alasan
berpaling dari kenyataan

Selasa, 28 Januari 2014

My Self

Assalamualaikum wr. wb. 
"Tangan terkepal maju kemuka "LAWAN"
let's me introduce my self, my name is Ismatul Maula, you can call me Isma, Iwas born in Cirebon on November, 10 1992. my father name is Ahmad Syifa, My mother name is Yeni Latifah. I the second child from three sibling come from cirebon girang village, on street Jati III No 142, Talaun Distrit, Cirebon Regency. now I am studying in IAIN Cirebon, Syariah faculty, AAS Departement. My favorite food are fried rice, sup, fried chiken, sea food.etc. and my favorite drink are, juice, ice, coffe, tea, etc. that's all my self, if you found many mistake, please porgive me,, thanks for your attention and then last i say,

Wallahul Muwafiq Illa Aqwamin  torrik
wassalammu allaikum wr.wb.

Senin, 20 Januari 2014

akumulasi rasa

waku terus berjalan silih berganti,
juga angan bersamamu selalu mengikuti kasih.
owh buaian dan ranyunya..
enyalahlah,,, pergi saja - pergi..
aku sang dewi mendambakan
hampir setiap malam tak pernah terlewatkan
bayangmu, tentangmu dan tentang harapan...

namun, jiwa ini elah terombang ambing,
tak tahan aku pada kesunyian,
mengapa oh mengapa....
jauhkah aku dariMu Tuhan...
30 hari..dua bulan silam...
bagai bunga yang kau siram,
bersemi, mekar dan memancarkan panorama keindahan,
kau hadir bak pahlawan,
yang memeberikan kedamaian...

tapi kini,,, aku lah mawar yang layu,,
karena kau patahkan, menyiram saja tak pernah..
apalagi kau beri aku pupuk..
agar cinta kita bersemi dan tumbuh subur,,,
agh,, aku bukan sang pecicilan..
aku tegap dan bangun.membongkar ketidakpastian..
adakah yang disana. merasakan..
gejolak rindu yang berkepanjangan
dalam kecemasan, kegelisahan dan penuh tanya.
harus kulaluin sepanjang malam.

owh Tuhan, sudah akhiri saja semua ini,
biar aku beralih dan tentram bersama CintaMu..



Senin, 18 Maret 2013

PUISI

Kau Mempesona Jiwaku         

“ Ya Rabb bukalah tabir rahasiaMu agar ku dapat mereguk nikmatnya iman dan ilmu,
Dan jika suatu saat  nanti aku mencintai mahlukMu, ajari aku menitinya dengan NurMu”

Saat sunyi mencekam
Tak ada sedikitpun ketentraman dalam jiwa
Resah dan gelisah berulang mengusik
Dalam senyap perlahan air mata merintik

Aku bercerita pada Tuhan
Tentang air mata dan kesedihan
Tentang 1 hati dan 1 rasa
Bersama dinginya hembusan angin
Dalam keheningan malam

Dan sesekali aku bertanya
Siapakah di sana ?
Yang bersemayam dan membara
Kau mempesona jiwa

Kini tentang mu kujadikan dongeng sebelum tidur
ku hadirkan bayang kerinduanmu sebelum terlelap
dan kau ada, berlabuh dalam mimpiku
ohh begitunyakah kau mempesona jiwaku ?

Tuhan rasanya ku tak mampu
Membendung naluri itu
Mengalir deras dalam aliran darahku
Kerinduan ini sepertinya t’lah mencekik jiwaku

Adakah engkau disana sepertiku
Yang tak sadarkan diri
akan cinta yang bersemi
Yang tak mampu mengucapkan
kedalaman kerinduan

Tuhan Aku lelah,,,
Jika puisi ini sudah tak dapat mewakili perasaan ini
Biarlah aku menikmati kehampan ini
Aku yang terkurung diruang cinta dan kerinduanku
Hanya do’a dan dzikir yang menjadi penawar
Nyanyian yang mengharukan
Ketika kerinduan yang ada tak terungkapkan

Tuhan,,,
Engkau mengenalkan ku
pada sosok yang mempesona jiwaku
Tuhan,,,
Maafkanlah aku
yang telah mengagumi ciptaanMu

Ku berserah, ku berpasrah
Tertatih ku melangkah,
Tuhan lindungilah aku
Dari gelora nafsu yang menipu
Dari mata hati yang gelap dan hilang arah

Di Cirebon, 4 Juli 2012 at 02:46

Roller Coaster Emosi

Dalam perjalanan hidup kita pasti mengalami pasang surut, dan keadaan yang sering kali berubah-berubah, terkadang kita dihadapkan dengan b...