Sabtu, 20 Desember 2014
Luka
selama ini aku tak pernah sesedih ini, entah apa yang kurasa malam ini begitu pilu. memandang wajahnya saja air mata sudah mengambang, dan semakin lama ku menatapnya maka air itu ingin menerjal dari pertahanannya, tak mampu aku membendungnya. perempuan tangguh itu kini semakin layu dan tawakal, karena harus bertahan dari rasa sakit yang amat mendalam, belum lagi mengahdapi ketiga putranya yang aneh-aneh tingkah lakunya, oohh,,, kulihat guratan garis yang semakin berlipat, dan kantung mata yang menggelayut, juga sudah tidak perkasa seperti dahulu, semua pekerjaan pasti dia kerjakan, tapi kini duduk adalah aktivitas terbaiknya untuk meringankan sakit yang dia derita, kesembuhan, keceriaan dan kasih sayangnya selalu ingin aku rasakan,,, meskipun aku tak merasakan apa yang dia rasa, tapi kini aku melihat jelas betul perubahan yang ada pada perempuan cantik itu,tubuhnya semakin mengurus, dan nafsu makannya pun berkurang, dan kami seringkali kali bertengkar untuk persoalan yang sepele, padahal aku terluka, dan menggoreskan luka dihatinya yang selau membuatnya jengkel... maaf beribu maaf Ibu, Ridha dan Do'amu selalu ku nantikan disetiap waktu, dan itu cinta kasih mu yang tak ternilai oleh apapun.
PERANKU BAGI INDONESIA
Peran adalah serangkaian perilaku yang diharapkan pada seseorang
sesuai dengan posisi sosial yang diberikan baik secara formal maupun informal. Indonesia
adalah bangsa yang besar dan kaya akan sumber daya alamnya, berabad-abad para
pahlawan, pemuda, perempuan dan seluruh rakyat Indonesia berkorban demi merebut
kemerdekaan tanah air Indonesia, untuk bangsa yang berdaulat, adil dan makmur.
Kini hampir setiap hari kita menikmati media dengan berita-berita yang
memprihatikan bagi negeri ini, realitas sosial dan kesenjangan semakin terasa.
Tentunya apa yang kita lakukan saat ini belumlah seberapa
dibandingkan pengorbanan para pendahulu, saat ini bisa menikmati segala
aktivitas tanpa harus di hantui dengan senapan panjang, bom molotop bahkan
pedang yang siap memenggal, maka pertanyaan, apa yang sudah kita berikan untuk
negeri ?, menjadi sangat penting, apa lagi saat ini musuh kita tidak nyata,
karenan musuh itu ada pada bangsamu dan diri sendiri.
Sebagai generasi muda,
mahasiswa dan masyarakat intelektual, yang dianggap cakap dalam hal apapun, kehadirannya
sangat diharapkan, menjadi solusi setiap persoalan yang ada di negeri ini. Sebagai
bentuk tanggung jawab moral, sosial dan melaksanakan tri darma perguruan
tinggi, dan mahasiswa merupakan agen sosial, agen perubahan dan agen kontrol,
maka peran sertanya dapat mempengaruhi kemajuan bangsa. Kalau bukan generasi
muda dan kita siapa lagi?.
Peran menjadi
bermakna ketika dikaitkan dengan orang lain dan komunitas sosial, kombinasi
antara posisi dan pengaruh, antara peran individu dan kolektif saling
terkait, menjadi kesatuan yang tak
terpisahkan, karena kemajuan bangsa ini dibentuk oleh peranan kolektif. Saya
ingin menjadi bagian dalam pembangunan negeri ini, saya melakukan peran saya
baik secara pribadi maupun berkelompok.
Secara pribadi
peran saya adalah mencari ilmu. Kewajiban yang paling mendasar sebagai generasi
penerus bangsa adalah belajar dan terus belajar, menjadi pribadi yang
berkarakter, diantaranya mencakup, intelektualitas, peka terhadap sosial, dan
keluhuran moral. Untuk melakukan sebuah perubahan tidak bisa dilakukan
sendirian, maka melalui kelompok dan organisasi peran saya dapat lebih
maksimal.
Pada masa kuliah
saya semakin memahami akan pentingnya peran kita buat bangsa ini, peran saya di
mulai dari aktif diberbagai kegiatan dan forum ilmiah guna menambah wawasan,
diantaranya mengadakan sekolah dan pemahaman terhadap remaja mengenai kesehatan
reproduksi, baik dari sudut pandang medis maupun agama Islam, juga pernah
menjadi pementor kegiatan ekstrakulikuler kerohanian di beberapa sekolah SMP
dan SMA kota Cirebon, mungkin karena aktivitas saya di FSPMC dan Remaja Masjid
Raya At-Taqwa yaitu masjid terbesar se Wilayah III Cirebon, sehingga saya di
minta untuk menjadi mentor oleh adik-adik pelajar. Saat kuliah juga aktif di
salah satu UKM dalam mengadakan berbagai kegiatan diskusi dan bedah buku.
Untuk mengeksplor skill bahasa saya bergabung dengan Sang Bintang
School (SBS), ialah merupakan kelompok belajar pada bidang bahasa inggris, saya
merasa semakin bermanfaat bisa bergabung, karena kami melakukan gerakan gemar
membaca dan kampanye jangan mencontek, setiap minggu sekali bersama teman-teman
SBS mengumpulkan, mengundang ade-ade yang kurang mampu, tidak berkesempatan
seperti kita, baik waktu, finansial dan sebagainya namun mereka masih mempunyai
semangat untuk belajar, kegiatan yang dialkukan selain belajar bahasa inggris,
masing-masing partisipan diwajibkan membaca buku, dan di persentasikan hasil
bacaannya juga dengan bahasa inggris, sebagai aplikasi dari gerakan gemar
membaca tadi.
Berkat pengalaman,
dan kepercayaan dari teman-teman, saya terpilih menjadi Ketua Umum HMJ
Al-Akhwal Al-Syakhshiyyah, yang sebelumnya saya belajar dan mengabdi di UKM dan
Senat Mahasiswa Fakultas Syariah menjadi pengurus harian, melalui HMJ ini saya
menginisiasi, bagaimana HMJ AAS ini bisa berperan baik seacara internal maupun
eksternal, untuk internal diantaranya mengaktifkan diskusi hukum, dan kitab
kuning, sebagai tambahan ilmu di luar jam mata kuliah, semua pihak civitas
akademika mengapresiasi betul atas kegiatan ini khususnya fakultas syariah,
kemudian peranya secara eksternal adalah dengan meleburkan dan melibatkan diri
pada masyarakat sekitar, melalui kegiatan-kegiatan sosial, selain itu juga
aktif melakukan komunikasi dan kerjasama dengan berbagai kampus, salah satunya
dengan mengirimkan delegasi untuk mengikuti lomba simulasi peradilan semu di
Purwokerto. Juga melakukan audiensi dengan lembaga-lembaga terkait.
Setelah mendapat
pelajaran yang sangat banyak di SBS, di kampus saya dengan teman menginisiasi
membuat English Holiday, adalah kelompok belajar bahasa inggris saat liburan
semester, kegiatan ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Cisambeng Majalengka,
selama satu minggu penuh, dengan dipandu oleh dosen-dosen yang berkompeten.
Kami memilih pondok pesantren karena kami memandang pondoklah yang paling tepat
dalam membangun karakter, baik dalam hal kedisiplinan, ketaatan, dan keluhuran
moral.
Dalam hal meraih kesuksesan
dan membangun bangsa, tidak ada perbedaan antara perempuan dan laki-laki, namun
kepercayaan diri, dan berbagai macam faktor membuat mereka urung tampil di
publik, atas dasar itu saya bersama sahabat-sahabat perempuan saya membentuk
el-pasya (perempuan syariah), sebagai wadah komunitas perempuan yang ingin belajar, berbagi dan menumbuhkan rasa percaya
diri mereka, meskipun awalnya sangat kontroversial, namun kini dirasakan
kiprahnya, di kampus semakin banyak perempuan yang sadar akan penting peranannya
dalam membangun bangsa ini, kami juga pernah bekerjasama dengan ATKI Hongkong,
melakukan pendidikan dan advokasi buruh migran di Desa Gua lor, Kec. Kaliwedi
Kab. Cirebon, karena Cirebon salah satu daerah pemasok buruh migran terbanyak,
diantaranya di Desa Gua lor, 90% mata pencaharian mereka adalah buruh migran
dan sebagian besar adalah perempuan.
Di lingkugan
rumah, bulan Mei 2014 saya diminta ikut serta memakmurkan Masjid Agung Arum
Sari oleh DKM salah satunya dengan menjadi guru dan akan merintis madrasah
Masjid Agung Arum Sari, sulit dan tidak ada alasan untuk menolak permintaannya,
maka saya jalani untuk mengabdi di Masjid, lagi pula kegiatan saya saat itu
hanya organisasi dan menulis skripsi. Pada mulanya saya mengajar sekitar 10
anak, alhamdulilah semakin hari semakin bertambah, sampai saat ini ada sekitar
30 peserta didik.
Setelah lulus dari
pergururuan tinggi, yaitu S1 dengan predikat sangat memuaskan dan mendapat
gelar Sarjana Hukum Islalm S.H.I, baru-baru ini saya bergabung dengan posbakum
di Kota Cirebon, berharap dapat mentransformasikan ilmu yang saya dapat di
bangku kuliah, bahkan akan menambah ilmu dan pengalaman yang didapatkan
dilapangan. Semua itu adalah bagian kecil dari peranku, semoga dapat bermanfaat
buat bangsa ini, dan saya berharap dapat melanjutkan program magister, untuk
terus meningkatkan kulitas dan pengetahuan, agar dapat berperan lebih besar di
masyarakat sekitar, dan apa yang saya lakukan tidak lain hanyalah pengabdian
saya terhadap bangsa. Saya yakin pendidikan adalah modal terbesar untuk
kemajuan.
SUKSES TERBESAR DALAM HIDUPKU
Tidak ada satu orang pun yang menginginkan kegagalan, sukses adalah
dambaan setiap orang. Meskipun makna sukses berbeda antara satu dengan lainnya,
sebagian orang ada yang mengkaitkan sukses dengan pencapain materi atau harta,
sebagian lagi ada yang mengkaitkan sukses dengan ketenangan hati dan bermanfaat
bagi orang lain, maka sukses itu sesuatu yang relatif, setiap orang memiliki
ukuran kesuksesan sendiri. Kesimpulan saya sukses adalah suatu capaian impian
atau tujuan dengan usaha, kerja keras dan proses yang di jalani dalam hidupnya.
Tema besar essay ini bagi saya sangat penting, sebagai refleksi apa saja yang
sudah kita capai, sehingga kita mampu menjawab dengan tepat parameter
kesuksesan kita, sebagai upanya untuk terus meningkatkan kualitas diri.
Saya selalu menuliskan apa yang menjadi impian, dan tujuan dalam
hidup setiap tahunnya. Dengan segala keterbatasan yang ada, membuat selalu
bersyukur dan berusaha untuk meraih kesuksesan. Tahun 2009 saat saya masih
duduk di bangku Madrasah Aliyah, keluarga kami mendapat ujian, Bapak mengalami
kecelakaan yang mengakibatkan patah tulang pada tangan kanannya, hampir satu
bulan dia tidak berangkat kerja seperti biasanya, saya merasa sangat terpukul
dengan keadaan ini dan konsisi ekonomi yang tak menentu, namun itu tidak
menyurutkan semangat saya untuk tetap belajar dan sukses. Tahun berikutnya,
kakek tersayang harus pergi untuk selama-lamanya, saya telah kehilangan spirit
dan figur yang saya banggakan, akhirnya ini menjadi sebuah pengalaman yang
berharga bahwa kita harus siap dan survive dengan kedaan dan kondisi apapun,
sukses mengendalikan diri, dari keputusasaan suatu yang luar biasa.
Harapan saya saat
Aliyah bisa di bilang cukup sederhana, diantaranya saya ingin menjadi pengibar
bendera merah putih, motivasi itu berawal sewaktu saya SD mengikuti upacara
bendera di Alun-alun Kota Cirebon dan berkenalan dengan seorang tentara, juga
ingin berprestasi dan menjadi pemimpin, karena saat SMP dulu aku selalu di
olok-olok, hanya karena aku pendiam, padahal prestasiku juga ga buruk-buruk
banget. Aku dapat mencapai semuanya karena kesungguhan dan tekad serta
ketekunan dalam menjalankan proses, saya dapat menjadi pengibar bendera, selalu
masuk dalam penjaringan bakal calon ketua osis, dan organisasi yang aku ikuti
di luar sekoalah seperti FSPMC, RMA, aku juga masuk peringkat lima besar di
kelas, pernah mewakili sekolah untuk mengikuti lomba pidato Islami Se Wilayah
III Cirebon, dan aku dapat melanjutkan kuliah di IAIN SNJ Cirebon tanpa melalui
tes, hanya dengan nilai rapot. Semuanya adalah bagian dari sukses dalam
hidupku, karena berhasil mencapai apa yang menjadi harapan ku pada masa itu.
Tahun 2010 aku
memilih IAIN Syekh Nurjati Cirebon sebagai tempatku menimba ilmu, karena orang
tua tidak merestui aku untuk belajar di luar kota, saya menerima itu dan saya
tetap bersyukur dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, saya sadar
karena tidak semua orang dapat merasakan dan melanjutkan sekolah, maka harus
memanfaatkan kesempatan ini semaksimal mungkin. Di semester pertama adalah fase
beradaptasi, yaitu masa transisi dari SMA / MA ke jenjang lebih tinggi, dimana
kita harus proaktif dalam mencari ilmu dan pengalaman, saya tidak mengalami
kesulitan untuk itu, karena pengalaman yang mengajarkan saya untuk menjadi
lebih baik.
Berprestasi dan
mendapatkan beasiswa harapan yang harus saya raih, juga sebagai bakti pada
orang tua, meringankan bebannya untuk membiayai sekolah ketiga anaknya. Alhamdulilah
IP saya selalu di atas 3,00 dan mendapatkan beasiswa selama kuliah, meskipun
ditengah kesibukan selain kuliah sangat padat, tetapi tidak menghambat saya
untuk berprestasi, karena selain kuliah saya aktif di berbagai kegiatan sosial
dan organisasi, sebagai ejawantah atau aktualisasi diri atas ilmu yang saya
dapat di perkuliahan dan lainnya. Hal ini merupakan bentuk sinergitas dan
integritas moral antara tanggung jawab individu dan sosial harus selalu
berdampingan, karena sejatinya kita manusia adalah mahluk sosial.
Kedua orang tua,
guru-guru dan sahabat, adalah motivasi saya untuk terus maju dan bangkit,
mereka membuat hidup sya menjadi berwarna, tetap bertahan dalam keadaan apapun,
nasihatnya membuat aku lebih bijak dan menata diri. Pada semester berikutnya
teman-teman kelas mempercayaiku untuk menjadi kordinator kelas, entah apa yang
membuatnya menaroh percayaan kepada saya untuk memimpin kelas, mulanya aku tak
percaya diri, dan juga sangat jarang kalau perempuan yang memimpin, akhirnya
karena sudah menjadi keputusan dan kesepakatan bersama saya jalani amanah itu,
dengan ketekunan dan keyakinan, capaian saat itu adalah bagaimana saya bisa bermanfaat
untuk orang lain, suatu bagian dari kesuksesan saya.
Semester 6, adalah
masa mendekati akhir studi S1, mungkin berkat ketekunan saya menjadi Kosma dan
ke supelan saya dalam berkawan, karena niat dapat bermanfaat untuk orang lain,
mahasiswa jurusan Ahwal Al-Syakhshiyyah mempercayai dan memilih saya untuk memimpin,
dan bekerja mengaftikan kembali kegiatan yang sempat vacum, dalam organisasi
jurusan yang biasa di sebut HAMAS (Himpunan Mahasiswa Jurusan Al-Akhwal
Al-Syakhsiyyah), awalnya saya tidak menyanggupi itu karena pasti akan di
sibukan dengan kegiatan kuliah menjelang akhir, seperti KKN, PKL, Kompre, dan
Skripsi yang di takuti oleh kebanyakan mahasiswa, dan membagi peran di rumah
dan kepemimpinan perumpuan sangat jarang pada masa itu, tetapi dengan berbagai
pertimbangan, dan keprihatinan bahwa HAMAS kini sedang krisis kader dan
lain-lain, dan membutuhkan seorang leader serta figur untuk menjalankan roda
organisasinya, akhirnya saya menerima itu dengan dukungan dari semua pihak,
lagi-lagi niat saya adalah untuk mengabdikan diri dan bermanfaat. Pada masa itu
saya mendorong teman-teman saya untuk mengaktikan dan membuat, klub belajar dan
diskusi, karena saya memandang pengetahuan adalah kekuatan kita, dan kita
adalah mahasiswa yang sejatinya sebagai masyarakat ilmiah atau intelektual,
maka diskusi merupakan basis untuk meningkatkan kapasitas intelektual kita. Dan
menjadikan HAMAS berperan di masyarakat, bahkan menunjukan kiprahnya di tingkat
nasional. Semua itu berkat dukungan semua pihak, sahabat, dosen dan adik-adik
kelasku.
Setelah menjadi
ketua, saya belajar lebih banyak tentang arti sebuah pengorbanan tenaga, waktu,
pikiran, materi dan keluarga saya kerahkan, dan bahkan harus pandai membagi dan
mengatur agar tidak ada yang dikecewakan, begitu beratnya menjadi seorang
pemimpin yang adil dan menjaga amanah ini, bagaimana saya harus melayani, juga
bagaimana saya harus mempengaruhi anggota agar mau bekerja, dan bahkan
bagaimana saya harus tanggung jawab atas segala resiko yang ada. Dedikasi dan
loyalitas saya berikan demi kemajuan semuanya, namun itu tidak menghambat dan
membuat saya terlena pada kewajiban saya sebagai seorang mahasiswa, akhir masa
jabatan kepengurusan HMJ Periode 2013-2014, juga berakhirlah studi saya di
IAIN SNJ, saya berhasil lulus tepat
waktu, maraih gelar Sarjana Hukum Islam (SHI), dan IPK tetap diatas tiga, semua
itu adalah kesuksesan terbesar dalam hidup saya. Saya akan terus berusaha
meraih yang lebih baik dan lebih besar, karena kita harus terus meningkatkan kualitas
diri, sebab pencapaian akan sesuai dengan kapasitas diri, baik kapasitas fisik,
pikiran dan ruhiah.
Sabtu, 22 November 2014
Menggapai dan Memaknai Cita
"Perjuangan dirintis oleh orang-orang berilmu, diperjuangkan oleh orang-orang ikhlas dan dimenangkan oleh orang-orang berani"
Setiap orang mempunyai harapan dan tujuan dalam hidupnya, dan setiap harapan adalah mimpi kebahagiaan di masa depannya, tidak satu pun menginginkan kegagalan dalam hidupnya, namun setiap pencapaian cita adalah keberhasilan melewati proses yang panjang dan menaklukan rintangan-rintangan yang menghadang, 5 tahun yang akan datang, ditentukan oleh pergerakan kita hari ini.kita akan menuai apa yang kita tanam, kebaikan akan menghasilkan kebaikan,begitupun sebaliknya, karena dalam kehidupan selalu berlaku hukum sebab akibat.
22 tahun aku menapaki jalan di negeri ini, negeri Indonesia, berbagai macam rintangan telah ku hadapi, tentu seusia itu adalah usia yang membuat kita semakin matang dalam bersikap dan bertindak,bagi orang-orang yang belajar dan mengambil hikmahnya.dengan sejuta cerita, mengandung tawa, haru dan luka, juga dengan sejuta cita-cita, menjadikan aku untuk terus bangkit memaknai hidup ini, tanpa itu semua, apalah arti hidup ini. untuk mewujudkkannya tentu harus dengan perencanaan yang matang serta tindakan yang kongkrit.
aku terlahir sebagai perempuan, dan dibesarkan oleh keluarga yang lengkap dan cukup bahagia, dan aku diberi kesempatan lebih daripada lainnya, aku terbiasa dilayani dan hidup dengan keadaan nyaman, meskipun aku masih ingat sewaktu kecil tentang hal yang paling memprihatikan dalam hidup aku di saat kondisi yang paling tak berdaya namun aku yakin bahwa itu ujian yang aku dna keluargaku mampu melewatinya, karena campur tanganNya jugalah yang mengantarkan pada kondisi ini, aku selalu dijarkan untuk mengingatnya dalam kondisi apapun, boleh jadi kita punya rencana yang banyak dan juga mimpi yang besar, namun ada kehendak Tuhan yang menentukannya, keyakinan ku penyerahan diri pada Tuhannya bukan berarti keputusasaan seseorang dalam menggapai cita-cita, melainkan refleksi atas diri ini bahwa ada yang maha besar dan kuasa dari kehendak manusia,karena sejatinya kita adalah mahluk yang lemah namunn ada Allah yang menguatkan, mahluk yang kekurangan dan Allah jadikan kecukupan, dan lain sebagainya, artinya kita sama dihadapan Tuhan, Sebesar apapun cita-cita, sebanyak apapun harta kita, dan sepintar apapun kita, tetap akan kembali kepadaNya, tujuan hidup yang paling hakiki adalah berada di sisiNya dengan kebenara, dan untuk mendapatkannya tidak dengan cuma-cuma. Kita dilahirkan tidak untuk sia-sia, bahkan diberi segala macam kelebihannya, diantaranya akal, dan nafsu, dengan mengerahkan segala kemampuanya dengan baik manusia akan menempati derajat yang paling tinggi sebagai khalifah fil ard, namun sebaliknya, bahkan manusia dapat lebih rendahdari seekor binatang sekalipun, Allah hendak menguji hambanya, yang paling, bersabar bertakwa, dan berbuat baik sesamanya untuk mendapatkan tempat disisinNya, dan semua itu telah termaktub dalam kitab suciNya yanng ajaranNya disampaikan melalui Rasulnya, untuk semua, baik miskin maupun kaya, laki-laki maupun perempuan.
siapa yang ingin dilahirkan dalam keadaan kurang, pasti tidak jawabnya namun kelahiran dan kematian adalah takdirNya, tetapi jalan dan usaha untuk hidup adalah kita yang mengubah, tentu setiap manusia sealalu ingin bernasib baik, tapi usaha jugalah yang menentukan, ditegaskan dalam al-Qur'an surah Ar-R'ad ayat 11 yaitu, Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada mereka sendiri. maka semangat mengubah nasib harus terus ada. untuk mencapai cita dan untuk dinyatakan merdeka, membutuhkan pengakuan dan peran serta dari orang lain, maka eksistensi diri ada, sesama manusia, sebagai mahluk sosial kita saling membutuhkan, dan hanya kerja kolektiflah yang dapat menguatkan, jelas sekali pesan Allah dalam firmannya QS. Al-Baqarah 148, yang berbunyi " Maka berlomba-lombalah dalam membuat kebaikan, dimana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat), sesungguhnya Allah maha kuasa atas segala sesuatu". pesan yang tersirat dalam ayat tersebut menyeru kita untuk saling berlomba dalam kebaikan, tolong menolong dimanapun kita berada, dan kelak bahwa kita akan dikumpulkan semua dihari akhir hari perhitungan amal perbuatan, dan Allah lah maha kuasa atas segalanya, kesetaraan atau kesamaan serta manusia yang paling mulia adalah yang bermanfaat untuk manusia lainnya. Subhannalah tiada keraguan akan al-Qur'an sebagai pedoman hidup dalam menggapai cita-cita, seluruh aspek dimensi kehidupkan dijelaskan dalam al-Qur'an baik, aqidah, sosial, politik, ekonomi, dan sebagainya, saya yakin betul orang yang senantiasa berpegang teguh pada al-Qur'an sebagai sandaran hidupnya dan mengamalkannya, akan bahagia, sukses dunia akhirat.
siapa yang ingin dilahirkan dalam keadaan kurang, pasti tidak jawabnya namun kelahiran dan kematian adalah takdirNya, tetapi jalan dan usaha untuk hidup adalah kita yang mengubah, tentu setiap manusia sealalu ingin bernasib baik, tapi usaha jugalah yang menentukan, ditegaskan dalam al-Qur'an surah Ar-R'ad ayat 11 yaitu, Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada mereka sendiri. maka semangat mengubah nasib harus terus ada. untuk mencapai cita dan untuk dinyatakan merdeka, membutuhkan pengakuan dan peran serta dari orang lain, maka eksistensi diri ada, sesama manusia, sebagai mahluk sosial kita saling membutuhkan, dan hanya kerja kolektiflah yang dapat menguatkan, jelas sekali pesan Allah dalam firmannya QS. Al-Baqarah 148, yang berbunyi " Maka berlomba-lombalah dalam membuat kebaikan, dimana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat), sesungguhnya Allah maha kuasa atas segala sesuatu". pesan yang tersirat dalam ayat tersebut menyeru kita untuk saling berlomba dalam kebaikan, tolong menolong dimanapun kita berada, dan kelak bahwa kita akan dikumpulkan semua dihari akhir hari perhitungan amal perbuatan, dan Allah lah maha kuasa atas segalanya, kesetaraan atau kesamaan serta manusia yang paling mulia adalah yang bermanfaat untuk manusia lainnya. Subhannalah tiada keraguan akan al-Qur'an sebagai pedoman hidup dalam menggapai cita-cita, seluruh aspek dimensi kehidupkan dijelaskan dalam al-Qur'an baik, aqidah, sosial, politik, ekonomi, dan sebagainya, saya yakin betul orang yang senantiasa berpegang teguh pada al-Qur'an sebagai sandaran hidupnya dan mengamalkannya, akan bahagia, sukses dunia akhirat.
Minggu, 07 September 2014
Catatan Harian
bulan demi bulan pesat berjalan
cerah dan resah saling bergantian
butir air mata, peluh jauh berkelana
menembus belukar dan padang cerita
kegagalan yang mendatangkan kecewa
mesti dihapus dengan semangat kuda
terkoyaknya sanubari karena dilukai
berpariasi upaya, mesti mengelabuhi
segala hal ada bermakna
masing-masing membawa karmanya
lalu aku terpana,
pada sebuah catatan harian yang telah penuh
bulan kedua belaspun berakhir
dan tahun baru yang belum aku tahu
menantang di depan mataku
Pertemuan
Selasa 29 april 2014 jam 9 aku berangkat dari rumah dengan
niatan pergi ke kampus untuk mencari referensi di perpustakaan dan bimbingan skripsi
sama pak selamat, melihat dosen yang berkepentingan masih mengajar dan lain
sebagainya, akhirnya jam 10 aku ngopi darat di babeh eh ketemu rojaya and geng,
ada hikmah yang dapat aku ambil yaitu “rezeki datang karena silaturahim”, aku
mendapat bonus jajan gratis dari meraka, mereka itu senior, sebenarnya hanya
karena lebih dulu hidup, lebih dulu belajar dan pengalaman dalam berbagai
persoalan. Sedang dalam hal perjalananya bisa masing-masing yang menentukan,
bisa jadi kita menjadi sama dengan mereka, juga bisa selangkah lebih maju atau
bahkan kemunduran yang menimpa. Oleh karena itu maju atau tidaknya kita, sukses
atau tidaknya adalah kita yang tentukan. Seperti syair chairil anwar menyebutkan bahwa “Nasib
adalah kesunyian masing-masing”.
Salah satu diantara mereka ada orang yang membuatku berbunga
melanglang buana, tiap malam tidak bisa tidur, khayal kesana kemari, terkadang
waktu habis sia-sia hanya karena untuk memikirkan dan meratapi nasib dengannya,
hahah biasa kalau sudah kena virus merah
jambu, begitulah adanya. Aku pernah merajut kenangan indah denganya pertemuan
itu dimulai tanggal 7 bulan oktober tahun 2013, sebut saja Y. Dia datang dalam
kesunyianku, membawa harap saat sanubari aku mulai terkoyak, dengan segala hal yang
indah menurutku, tapi memang begitu adanya, hati mana yang tak akan tergoda
saat sepi melanda, seakan dia datang menjadi pembebas, dan membawa kedamaian,
dan hati mana yang tak akan luluh, dengan segala macam pesonanya dari berbagai
sisi ia pancarkan. Namun seiring berjalannya waktu, dari hari ke hari, bulan ke
bulan ia menjadi semu, dan semuanya hanyalah semu, nyata adanya. Keberadaanya bersama
teman-temanya di situ membuat ku campur aduk rasanya, gelisah, grogi, kikut,
marah dan segala macam rasa yang memecah konsentrasi dan positif thinking
berkumpul menjadi satu dalam sanubariku, owh virus merah jambu begitu dahsyat
kau racuni jiwa ini.
Akhirnya aku segera menelpon dosenku, mengingat tujuan utamaku
adalah bimbingan, juga karena aku tak ingin berlama-lama duduk bersama mereka,
hanya akan menjadi mangsa dan bahan canda saja. Aku berusaha mencairkan suasana
dan segala macam prasangka yang menghantuiku,, alhamdulillah,,, dosen itu
menjawab dan menunggu di gedung AAS, dan aku bisa pergi tanpa banyak
mengeluarkan alasan, yaahh meskipun aku harus menunggu beberapa saat lagi di
fak, karena beliau masih berada dalam
kelas,, sambil menunggu aku duduk di bangku dekat pintu masuk, namun jiwa ini
begitu hampa rasanya, karena hati dan pikiranku lagi-lagi tertuju pada Y,
sedang apa disana,? Kapan pergi,, ? jangan pulang dulu, aku ingin berjumpa
lebih lama !, dan segala macam kalimat-kalimat yang memenuhi pikiranku, bahwa
sejenak saja aku ingin bersamanya, jangan pergi lagi... lamunan itu hilang dan
aku kembali sediakala, saat adik kelasku berdatangan dan bertegur sapa
denganku.. lalu berbincang dan berbagi rasa dengan mereka. Selang beberapa
menit aku memutuskan segera naik ke lantai 2 menuju kelas yang mata kuliahnya
diampu dosen pembimbingku Dr. H. Slamet Firdaus, MA.
Bimbingan dengannya tidak perlu memakan waktu banyak, cukup
dengan menyerahkan bab yang akan dikoreksei, dan dua hari kemudian
menghadapnya, untuk mengambil koreksiannya. Dosen yang satu ini sangat luar
biasa, beliau mempunyai karismatik dan kepandaian yang semua orang mengakuinya,
bersyukur banget skripsiku bisa di bimbing dengan beliau, orang yang bersahaja
juga perhatian, beliau juga salah satu senior PMII yang menjadi teladanku,
inspirasiku. Kesuksesannya dan kesederhanaannya, juga dengan segala macam ujian
yang dia hadapi, tapi beliau cukup bijaksana, pokoknya aku melihat segala macam
kebaikan ada pada dirinya.. saya menganggap beliau seperti ayahku, dan aku
merasakan punya kedekatan emisional dengannya, karena dia selalu terbuka dan
menerima siapapun. Cerita punya cerita eh beliau dulu pernah menjadi aktifis
dulu bersama kakekku di NU kota cirebon, aahh aku teringat kakekku yang telah
meninggalkanku untuk selamanya sejak 21 januari 2010. Dengan segala macam
nasihat dan wasiatnya hingga akhir hayatnya. Aku menyambung silaturahmimu kek,
semoga ini menjadi amal jariahmu, dan aku yakin kau mendapatkan tempat yang
baik di sisiNya.
Setelah selesai bimbingan, aku kembali menuju warung babeh untuk
makan dan sambil menunggu teman, ternyata mereka masih berada disana, mau tak
mau aku tetap berbaur dengan mereka, meskipun memendam rasa yang sangat aneh, yaah,
aku hanya ingin yang terbaik buatku dan buatnya. Maka hanya ini yang bisa aku lakukan, menuju ridhaNya. Tak banya waktu yang kami habiskan, kami hanya diam membisu, merekapun harus segera pergi, kini aku duduk seorang diri.
sembari menunggu teman dan sedikit merasakan sunyi, meskipun sesekali ada babeh yang menemani, karena dia juga sibuk melayani pelanggan-pelanggannya, perhatianku berpusat pada smartphone dan telpon kesana kemari, bahwa aku butuh teman duduk sambil ngopi, wal hasil... alhamdulilah ada juga yang menjawab, dia teman sejawatku sewaktu SMP, RMA dan sampai saat ini, panggil saja mega. Selang beberapa menit dia datang bersama temannya, yang juga sebagai teman kelas saya sewaktu aliyah, susan namanya. Dia datang menemuiku hanya menggugurkan janji dan syarat untuk menjaga persahabatan dan silaturahmi. Yaa,, aku terima meskipun begitu aku tetap bersyukur bahwa ada teman yang masih peduli dengan kesendirianku, kami terbiasa terbuka saling mencurahkan isi hati dan berkeluh kesah, begitu dekatnya aku dengannya. padahal waktu SMP dulu kami hanya berteman sekedarnya. pertemuanku di RMA dengannya lah yang mengeratkan pertemanan dengannya, pada dasarnya saya senang berteman dan bersilaturahmi, hanya saja terkadang harus memakan waktu lama untuk mengenalku lebih, maka wajar orang yang baru mengenalku bilang kalau aku itu cuek dan jutek, persoalan waktu adaptasi saja sebenarnya, dan dari waktu ke waktu aku mengambil hikmahnya serta mengevaluasi diri, kini aku berusaha lebih damai dan lues, dan kebanyakan orang yang sudah mengenalku lama akan betah dan lengket... heheh
Pribahasa mengatakan silaturahim membawa rezeki, bahwa itu benar adanya, berkawanlah dengan baik maka akan mendatangkan kebaikan, karena kita akan menuai apa yang kita tanam, kita adalah manusia, dan sejatinya manusia adalah mahluk sosial, dan dia teristimewa dari segala macam mahluk ciptaanNya, sebab apabila kita dapat memfungsikan akal dan hati secara tepat juga selalu bersyukur maka segala macam kebaikannya akan tampak, dan tidak sia-sia diciptakan dibumi sebagai khalifah fil ard. Kita tidak bisa melakukan sesuatu tanpa bahu membahu, karena semua orang perlu orang lain untuk melengkapi dirinya agar semua orang bisa berkarya dengan maksimal.
Selasa, 19 Agustus 2014
Senandung Cinta di Urat Nadiku
Ku dengar bahasa kalbu
Indah sanubari mengayun lembut
Mengalir deras menggapai suci
Menembus batas, berangan kelak kan bersahut
Merah padam tersipu malu
Dalam sunyi dan dinginnya malam
Jauh dari kebisingan tiada berkawan
Tentram, namun beriramakan musam
Menggali kedalaman cinta
Mengurai makna dari kehidupan
Tersungkup mengabdikan diri
Bersujud menebus nista dan dusta
Bersimpuh membalut luka dan lara
Memperbaiki kelemahan diri
Nyanyian rindu mengalun merdu
KalamMu terdengar syahdu dan haru
PadaMu aku bercumbu
Memadu cinta dan menagih kasih
Tuhan
Di kedalaman hatiku,
Sebuah senandung tanpa kata akan terungkap
Sebuah cinta di urat nadiku tak akan putus
Senandung cinta kan ku dendangkan
Bersyairkan AsmaMu
Sungguh ku sadar kebesaranMu Tuhan
Malam yang kelabu membuat aku menjadi haru
Langganan:
Postingan (Atom)
Roller Coaster Emosi
Dalam perjalanan hidup kita pasti mengalami pasang surut, dan keadaan yang sering kali berubah-berubah, terkadang kita dihadapkan dengan b...
-
Kata “Percaya Diri” terlihat sepele namun cukup sulit untuk dilaksanakan, jika kamu percaya di dalam hatimu bahwa kamu keren, orang lain p...
-
Dalam perjalanan hidup kita pasti mengalami pasang surut, dan keadaan yang sering kali berubah-berubah, terkadang kita dihadapkan dengan b...