Minggu, 28 Desember 2014
Ajari Aku Cinta : Memilih Sunyi
Hidup itu penuh pilihan, soal cita-cita dan cinta, atau apapun. ini cerita tentang romantisme, meskipun tak seromantis telenovela, novel, rama dan sinta, dan drama percintaan lainnya, kisah ini juga tak begitu tragis sebab sang pujangga cinta masih tegap berdiri mencari dan menanti cinta sejatinya.
Prinsip adalah pijakan hidup untuk melangkah, ia merupakan asas yang harus digenggam kuat. sebagai landasan kebenaran,namun keberadaannya sangatlah diperlukan agar hidup kita tak hilang arah, terhempas bersama besarnya gelombang ombak, maka cahaya kehidupan akan sirna. tentunya setiap orang punya cerita, prinsip dan pilihan hidup yang berbeda.
Aku adalah seorang gadis yang tumbuh seperti gadis umum lainnya dan mendapatkan anugrah cinta dariNya, besar di lingkungan yang religius atau ketidak percayaan diri,karena itu aku memilih sunyi.
Saat remaja adalah masa dimana mereka bisa mengekspresikan diri dan melakukan apa saja yang diingankan, namun hampir sebagian besar mengarah pada tindakan negatif, rasa hura-hura dan menguasai karena menganggap dirinya jagoan. mulai dari satu individu dengan mempengaruhi lainnya, lama-lama menjamur. itulah sedikit gambaran tentang anak-anak generasi muda, bagaimana mau memperjuangkan negeri ini jika tindakan negatif mendominasi, dan hanya akan menimbulkan masalah.
Masa remaja rentan sekali dengan hal yang sifatnya hura-hura, namun juga akan bermanfaat jika kita mau berkembang, karena ia adalah bagian cahaya kehidupan dan penentu masa depan, saat usia remaja perkembangan secara fisik dan psikologis telah berubah, karena adanya peningkatan hormon, sehingga kondisi biologis seseorang baik dalam hal alat reproduksi, misal dia mengalami menstruasi,serta masa ini adalah masa pencarian jati diri, timbulnya rasa tertarik antar lawan jenis, dan sebagainya.
Baiklah ini waktunya aku menjelaskan tentang perjalanan cintaku, tapi aku menuliskan dimulai dari SD, aku sering sekali berpindah sekolah, mulai dari SDN Sendang II, SDN Wanlor II dan SDN II Kecomberan. lucu sekali dan bahkan masa yang indah bisa dibilang, penuh kepolosan dan keluguan, ya wajarlah, namun aku tidak bisa banyak cerita disaat usia kelas satu sampe lima,pokoknya saat itu adalah masa mereka untuk belajar dan bermain,
Aku adalah seorang gadis yang tumbuh seperti gadis umum lainnya dan mendapatkan anugrah cinta dariNya, besar di lingkungan yang religius atau ketidak percayaan diri,karena itu aku memilih sunyi.
Saat remaja adalah masa dimana mereka bisa mengekspresikan diri dan melakukan apa saja yang diingankan, namun hampir sebagian besar mengarah pada tindakan negatif, rasa hura-hura dan menguasai karena menganggap dirinya jagoan. mulai dari satu individu dengan mempengaruhi lainnya, lama-lama menjamur. itulah sedikit gambaran tentang anak-anak generasi muda, bagaimana mau memperjuangkan negeri ini jika tindakan negatif mendominasi, dan hanya akan menimbulkan masalah.
Masa remaja rentan sekali dengan hal yang sifatnya hura-hura, namun juga akan bermanfaat jika kita mau berkembang, karena ia adalah bagian cahaya kehidupan dan penentu masa depan, saat usia remaja perkembangan secara fisik dan psikologis telah berubah, karena adanya peningkatan hormon, sehingga kondisi biologis seseorang baik dalam hal alat reproduksi, misal dia mengalami menstruasi,serta masa ini adalah masa pencarian jati diri, timbulnya rasa tertarik antar lawan jenis, dan sebagainya.
Baiklah ini waktunya aku menjelaskan tentang perjalanan cintaku, tapi aku menuliskan dimulai dari SD, aku sering sekali berpindah sekolah, mulai dari SDN Sendang II, SDN Wanlor II dan SDN II Kecomberan. lucu sekali dan bahkan masa yang indah bisa dibilang, penuh kepolosan dan keluguan, ya wajarlah, namun aku tidak bisa banyak cerita disaat usia kelas satu sampe lima,pokoknya saat itu adalah masa mereka untuk belajar dan bermain,
Sabtu, 27 Desember 2014
Aku dan Kebesaran Mu
Tanggal 22 desember 2015 adalah perjalanan yang indah menyaksikan kebesaran Mu Tuhan, Gunung Bromo dan Pasir berbisik akhirnya bisa ku daki.puncak adalah keindahan yang didapat, kepuasan adalah buah dari sulit dan jerih payah yang telah dilalui, ternyata untuk mencapai puncak memang kita harus mendaki. begitu juuga kehidupan bahwa untuk mencapai kesuksesan kita harus melewati proses, tentunya hasil tak akan pernah jauh dari proses yang sudah kita lalui, dan itu adalah konsekuensi logis yang dialami oleh semua orang-orang besar.
Semesta dan berbagai macam bentuknya yang Allah ciptakan adalah buah KasihNya, penuh rahasia dan makna tersembunyi, keindahannya menyelusup kalbu membawa kita untuk melafalkan kalimat asmaNya " Alllahu akbar... Allahu akbar" (Maha Besar Allah), luar biasa ciptaanMu Tuhan, semua orang mengakui akan keagunganMu Tuhan. Dia Maha pencipta menciptakan mahluknya hanya untuk Ibadah padaNya.. bagi saya ini adalah perjalanan yang paling indah, aku dan KebesaranMu Tuhan.menyadarkan aku yang sejatinya manusia biasa yang belum patut untuk dibanggakan dan tak layak untuk menyombongkan diri, aku sadar bahwa aku diciptakan bersama alam adalah karunia, dan hidup harmonis dengan semua mahluknya adalah cara aku mempertahankan hidup dan menerima karunianya. menjadi Khalifah fil ardh adalah pilihan pasti tanpa kompromi.
Semoga aku termasuk golongan orang-orang yang beriman dan bertaqwa. Amiin
Sabtu, 20 Desember 2014
Hari Haru
Tiga hari sudah aku menikmati hiruk pikuk Ibu Kota di bulan november, hampir setiap bualnya aku berkunjung ke sana setelah pengukuhan PB PMII dan aku resmi menjadi bagian di struktural periode 2014-2016, namun untuk saat ini tujuan utamaku untuk mengikuti seleksi wawancara beasiswa S2, aku datang dengan penuh harap dan begitu percaya diri, ada manfaatnya juga petuah guru-guruku dan pengalaman serta penggemblengan dari senior-seniorku, minimalnya ku lebih percaya diri dan paham persoalan sekitar, dan semuanya harus aku lakukan sendiri tidak boleh banyak berharap pada orang, dan seblumnya juga aku tak percaya bisa meleati seleksi administrasi. Syukur ku ucapkan tiada henti-hentinya, aku teringat waktu seminggu sebelum mengupload berkas persyaratan untuk beasiswa, minder dan bahkan hampir aku putus asa untuk mendaftarkan diri, karena masih ada beberapa persyaratan yang belum. aku merasa ada energi yang begitu kuat mendorong bahwa aku harus segera bicara pada ibu untuk meminta mpun dan ridha, semoga ada titik terang darinya.. mulanya aku agak kaku,,dan sulit mendpatkan perhatian serta fokus bicara, malah awalnya mengira, aku ingin ngobrol khusus dengannya, eehhh ibu sangka aku ingin bicara soal peminangan dan kawin, haduh2 sampaii saat ini pun aku tak tau mau nikah kapan, bahkan dengan siapa akan menikah pun tidak tahu,,orang bilang aku jomblo akut...ya sudahlaahh..aku rapopo,, kembali aku berusahamengarahkan pembicaraan, akhirnya obrolan kami mencair, bahkan saat itu suasana begitu haru, saling berbagi kisah kasih, aku semakin hanyut karenaibu menceritakan riwayat saat seusiaku,, bahkan beliaudulu ingin pergi ke arab saudi menjadi TKW,, oohh Ibu betapa pilunya kisahmu, aku semakin bersyukur dan bangga, mempunyai orang tua sepertinya, tak terasa waktu menunjukan semakin sore, dan obrolan kami harus segera berakhir, Ibu mengakhirnya dengan do'a restu dan suport yang begitu berarti, mengantarkan aku pda semangat untuk tetap hidup, bertahan, berjuang bahkan berperang sekalipun.
aku telah mendapatkan jiwa yang separuhnya telah pergi, dan aku melanjutkan untuk mendaftarkan diri di program beasiswa LPDP. dan aku dinyatakan lulus seleksi administrasi, ketika mendapatkanya aku bahagia karena hendak mengabarkan berita bahagia kepada ortu, karena pasca wisuda, aku lom bisa berbuat apa-apa untuk mereka, dan melalui inilah harapanku bisa membuat mereka bahagia.
senjapun tiba, awan mendung menyelimuti langit ibu kota, tepatnya di Salemba Tengah III, Jakarta Pusat, mendadak aku teringat orang tua, aku sms mamah,
" lagi apa mah..?"
"lagi tiduran sakit ga bisa bangun,"
"dduaarrr" hatiku bagai disambar halilintar setelah membaca jawaban sms dari mamah, membuyarkan konsentrasi yang tengan mempersiapkan diri untuk menghadapi tes besok, aku gelisah dan semakin tidak karuan... akhirnya ku telpon untuk mendengar suaranya, heuum telponya ga di angkat,, lima menit kemudian HP ku berdering, mamah menghubungiku..
" ada apa teh ,.. ??" (suaranya begitu tertatih dan lirih)
" Oh,, ga apa2..(tak tahan ingin menangis)
"ya maaf tadi ga diangkat, soalnya lagi solat, solatnya aaja sambil duduk, teteh doainnya di sana" " jangan lupa baca do'a"(spertinya menangis )
aku ingin segera mengakhiri pembicaraan karena air mata ku t'lah menetes dari tadi, dan aku tidak ingin menampakan kesedihan..
"ya mah mamah doain juga.."
"teteh lagi apa, ?"
"lagi baca-baca aja, udah dulu ya mah ... " ( air matanya semakin deras, namun suaranya tertahan, terasa begitu sakit,)
"teteh udah hubungin bapa belum.. "
"belom.."
"bapanya, nanya aja teteh uda sms belum,, yaudah bapanya dikabari, di sms atau telpon.."
" ya, assalamualaikum"
"waalaikumsalam"
setelah percakapan itu aku menarik diri dari buku-buku, artikel dan leptopku, untuk menangis dan mengadu padaNya.. Ya rabb mudahkanlah segala urusanku..
setelah salat magrib aku telpon bapa, memenuhi janjiku pada mamah. sambil menikmati tempe mendoan yang ku beli disekitar taman..
telponnya diangkat, pertanyaan bapa seputar keadaanku di jakarta, sama siapa? betah ga? uangnya masih ada ga ? pulang kapan ? dan udah makan belum ?, tentunya aku jawab semuanya baik-baik saja dan dengan nada seriang mungkin, meskipun lain dari kenyataannya, karena aku mau membuatnya tenang tanpa pikiran hanya akan membuatnya sakit, tentang anak gadisnya di perantauan. aku myakinkan bahwa semuanya baik-baik saja, meskipun aku harus menahan jangan sampai menangi, karena pertanyaanya begitu menusuk bagian dalam hatiku, bahkan sangat dalam, sampai-sampai tidak terukur kedalamannya. semuanya menyadarkan aku akan kasih sayangnya dan perjuangannya. hari itu penuh haru, dan aku menikmatinya sepanjang malamku dengan linangan air mata...
oh ibu dan bapa, tak usah kau khawatir anak gadismu cukup kuat untuk melalui itu,, karena kalian terlalu kuat mendidiknya.. maka cukuplah bekal yang kalian berikan untuk masa depannya, bahkan lebih karena aku tak bisa membayarnya dengan apapun, aku ingin do'a restumu yang mengantarkan aku..
salam cinta teruntuk Ibunda Yeni Latifah dan Ayahanda Ahmad Syifa, kalian sungguh luar biasa. :D
aku telah mendapatkan jiwa yang separuhnya telah pergi, dan aku melanjutkan untuk mendaftarkan diri di program beasiswa LPDP. dan aku dinyatakan lulus seleksi administrasi, ketika mendapatkanya aku bahagia karena hendak mengabarkan berita bahagia kepada ortu, karena pasca wisuda, aku lom bisa berbuat apa-apa untuk mereka, dan melalui inilah harapanku bisa membuat mereka bahagia.
senjapun tiba, awan mendung menyelimuti langit ibu kota, tepatnya di Salemba Tengah III, Jakarta Pusat, mendadak aku teringat orang tua, aku sms mamah,
" lagi apa mah..?"
"lagi tiduran sakit ga bisa bangun,"
"dduaarrr" hatiku bagai disambar halilintar setelah membaca jawaban sms dari mamah, membuyarkan konsentrasi yang tengan mempersiapkan diri untuk menghadapi tes besok, aku gelisah dan semakin tidak karuan... akhirnya ku telpon untuk mendengar suaranya, heuum telponya ga di angkat,, lima menit kemudian HP ku berdering, mamah menghubungiku..
" ada apa teh ,.. ??" (suaranya begitu tertatih dan lirih)
" Oh,, ga apa2..(tak tahan ingin menangis)
"ya maaf tadi ga diangkat, soalnya lagi solat, solatnya aaja sambil duduk, teteh doainnya di sana" " jangan lupa baca do'a"(spertinya menangis )
aku ingin segera mengakhiri pembicaraan karena air mata ku t'lah menetes dari tadi, dan aku tidak ingin menampakan kesedihan..
"ya mah mamah doain juga.."
"teteh lagi apa, ?"
"lagi baca-baca aja, udah dulu ya mah ... " ( air matanya semakin deras, namun suaranya tertahan, terasa begitu sakit,)
"teteh udah hubungin bapa belum.. "
"belom.."
"bapanya, nanya aja teteh uda sms belum,, yaudah bapanya dikabari, di sms atau telpon.."
" ya, assalamualaikum"
"waalaikumsalam"
setelah percakapan itu aku menarik diri dari buku-buku, artikel dan leptopku, untuk menangis dan mengadu padaNya.. Ya rabb mudahkanlah segala urusanku..
setelah salat magrib aku telpon bapa, memenuhi janjiku pada mamah. sambil menikmati tempe mendoan yang ku beli disekitar taman..
telponnya diangkat, pertanyaan bapa seputar keadaanku di jakarta, sama siapa? betah ga? uangnya masih ada ga ? pulang kapan ? dan udah makan belum ?, tentunya aku jawab semuanya baik-baik saja dan dengan nada seriang mungkin, meskipun lain dari kenyataannya, karena aku mau membuatnya tenang tanpa pikiran hanya akan membuatnya sakit, tentang anak gadisnya di perantauan. aku myakinkan bahwa semuanya baik-baik saja, meskipun aku harus menahan jangan sampai menangi, karena pertanyaanya begitu menusuk bagian dalam hatiku, bahkan sangat dalam, sampai-sampai tidak terukur kedalamannya. semuanya menyadarkan aku akan kasih sayangnya dan perjuangannya. hari itu penuh haru, dan aku menikmatinya sepanjang malamku dengan linangan air mata...
oh ibu dan bapa, tak usah kau khawatir anak gadismu cukup kuat untuk melalui itu,, karena kalian terlalu kuat mendidiknya.. maka cukuplah bekal yang kalian berikan untuk masa depannya, bahkan lebih karena aku tak bisa membayarnya dengan apapun, aku ingin do'a restumu yang mengantarkan aku..
salam cinta teruntuk Ibunda Yeni Latifah dan Ayahanda Ahmad Syifa, kalian sungguh luar biasa. :D
Luka
selama ini aku tak pernah sesedih ini, entah apa yang kurasa malam ini begitu pilu. memandang wajahnya saja air mata sudah mengambang, dan semakin lama ku menatapnya maka air itu ingin menerjal dari pertahanannya, tak mampu aku membendungnya. perempuan tangguh itu kini semakin layu dan tawakal, karena harus bertahan dari rasa sakit yang amat mendalam, belum lagi mengahdapi ketiga putranya yang aneh-aneh tingkah lakunya, oohh,,, kulihat guratan garis yang semakin berlipat, dan kantung mata yang menggelayut, juga sudah tidak perkasa seperti dahulu, semua pekerjaan pasti dia kerjakan, tapi kini duduk adalah aktivitas terbaiknya untuk meringankan sakit yang dia derita, kesembuhan, keceriaan dan kasih sayangnya selalu ingin aku rasakan,,, meskipun aku tak merasakan apa yang dia rasa, tapi kini aku melihat jelas betul perubahan yang ada pada perempuan cantik itu,tubuhnya semakin mengurus, dan nafsu makannya pun berkurang, dan kami seringkali kali bertengkar untuk persoalan yang sepele, padahal aku terluka, dan menggoreskan luka dihatinya yang selau membuatnya jengkel... maaf beribu maaf Ibu, Ridha dan Do'amu selalu ku nantikan disetiap waktu, dan itu cinta kasih mu yang tak ternilai oleh apapun.
PERANKU BAGI INDONESIA
Peran adalah serangkaian perilaku yang diharapkan pada seseorang
sesuai dengan posisi sosial yang diberikan baik secara formal maupun informal. Indonesia
adalah bangsa yang besar dan kaya akan sumber daya alamnya, berabad-abad para
pahlawan, pemuda, perempuan dan seluruh rakyat Indonesia berkorban demi merebut
kemerdekaan tanah air Indonesia, untuk bangsa yang berdaulat, adil dan makmur.
Kini hampir setiap hari kita menikmati media dengan berita-berita yang
memprihatikan bagi negeri ini, realitas sosial dan kesenjangan semakin terasa.
Tentunya apa yang kita lakukan saat ini belumlah seberapa
dibandingkan pengorbanan para pendahulu, saat ini bisa menikmati segala
aktivitas tanpa harus di hantui dengan senapan panjang, bom molotop bahkan
pedang yang siap memenggal, maka pertanyaan, apa yang sudah kita berikan untuk
negeri ?, menjadi sangat penting, apa lagi saat ini musuh kita tidak nyata,
karenan musuh itu ada pada bangsamu dan diri sendiri.
Sebagai generasi muda,
mahasiswa dan masyarakat intelektual, yang dianggap cakap dalam hal apapun, kehadirannya
sangat diharapkan, menjadi solusi setiap persoalan yang ada di negeri ini. Sebagai
bentuk tanggung jawab moral, sosial dan melaksanakan tri darma perguruan
tinggi, dan mahasiswa merupakan agen sosial, agen perubahan dan agen kontrol,
maka peran sertanya dapat mempengaruhi kemajuan bangsa. Kalau bukan generasi
muda dan kita siapa lagi?.
Peran menjadi
bermakna ketika dikaitkan dengan orang lain dan komunitas sosial, kombinasi
antara posisi dan pengaruh, antara peran individu dan kolektif saling
terkait, menjadi kesatuan yang tak
terpisahkan, karena kemajuan bangsa ini dibentuk oleh peranan kolektif. Saya
ingin menjadi bagian dalam pembangunan negeri ini, saya melakukan peran saya
baik secara pribadi maupun berkelompok.
Secara pribadi
peran saya adalah mencari ilmu. Kewajiban yang paling mendasar sebagai generasi
penerus bangsa adalah belajar dan terus belajar, menjadi pribadi yang
berkarakter, diantaranya mencakup, intelektualitas, peka terhadap sosial, dan
keluhuran moral. Untuk melakukan sebuah perubahan tidak bisa dilakukan
sendirian, maka melalui kelompok dan organisasi peran saya dapat lebih
maksimal.
Pada masa kuliah
saya semakin memahami akan pentingnya peran kita buat bangsa ini, peran saya di
mulai dari aktif diberbagai kegiatan dan forum ilmiah guna menambah wawasan,
diantaranya mengadakan sekolah dan pemahaman terhadap remaja mengenai kesehatan
reproduksi, baik dari sudut pandang medis maupun agama Islam, juga pernah
menjadi pementor kegiatan ekstrakulikuler kerohanian di beberapa sekolah SMP
dan SMA kota Cirebon, mungkin karena aktivitas saya di FSPMC dan Remaja Masjid
Raya At-Taqwa yaitu masjid terbesar se Wilayah III Cirebon, sehingga saya di
minta untuk menjadi mentor oleh adik-adik pelajar. Saat kuliah juga aktif di
salah satu UKM dalam mengadakan berbagai kegiatan diskusi dan bedah buku.
Untuk mengeksplor skill bahasa saya bergabung dengan Sang Bintang
School (SBS), ialah merupakan kelompok belajar pada bidang bahasa inggris, saya
merasa semakin bermanfaat bisa bergabung, karena kami melakukan gerakan gemar
membaca dan kampanye jangan mencontek, setiap minggu sekali bersama teman-teman
SBS mengumpulkan, mengundang ade-ade yang kurang mampu, tidak berkesempatan
seperti kita, baik waktu, finansial dan sebagainya namun mereka masih mempunyai
semangat untuk belajar, kegiatan yang dialkukan selain belajar bahasa inggris,
masing-masing partisipan diwajibkan membaca buku, dan di persentasikan hasil
bacaannya juga dengan bahasa inggris, sebagai aplikasi dari gerakan gemar
membaca tadi.
Berkat pengalaman,
dan kepercayaan dari teman-teman, saya terpilih menjadi Ketua Umum HMJ
Al-Akhwal Al-Syakhshiyyah, yang sebelumnya saya belajar dan mengabdi di UKM dan
Senat Mahasiswa Fakultas Syariah menjadi pengurus harian, melalui HMJ ini saya
menginisiasi, bagaimana HMJ AAS ini bisa berperan baik seacara internal maupun
eksternal, untuk internal diantaranya mengaktifkan diskusi hukum, dan kitab
kuning, sebagai tambahan ilmu di luar jam mata kuliah, semua pihak civitas
akademika mengapresiasi betul atas kegiatan ini khususnya fakultas syariah,
kemudian peranya secara eksternal adalah dengan meleburkan dan melibatkan diri
pada masyarakat sekitar, melalui kegiatan-kegiatan sosial, selain itu juga
aktif melakukan komunikasi dan kerjasama dengan berbagai kampus, salah satunya
dengan mengirimkan delegasi untuk mengikuti lomba simulasi peradilan semu di
Purwokerto. Juga melakukan audiensi dengan lembaga-lembaga terkait.
Setelah mendapat
pelajaran yang sangat banyak di SBS, di kampus saya dengan teman menginisiasi
membuat English Holiday, adalah kelompok belajar bahasa inggris saat liburan
semester, kegiatan ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Cisambeng Majalengka,
selama satu minggu penuh, dengan dipandu oleh dosen-dosen yang berkompeten.
Kami memilih pondok pesantren karena kami memandang pondoklah yang paling tepat
dalam membangun karakter, baik dalam hal kedisiplinan, ketaatan, dan keluhuran
moral.
Dalam hal meraih kesuksesan
dan membangun bangsa, tidak ada perbedaan antara perempuan dan laki-laki, namun
kepercayaan diri, dan berbagai macam faktor membuat mereka urung tampil di
publik, atas dasar itu saya bersama sahabat-sahabat perempuan saya membentuk
el-pasya (perempuan syariah), sebagai wadah komunitas perempuan yang ingin belajar, berbagi dan menumbuhkan rasa percaya
diri mereka, meskipun awalnya sangat kontroversial, namun kini dirasakan
kiprahnya, di kampus semakin banyak perempuan yang sadar akan penting peranannya
dalam membangun bangsa ini, kami juga pernah bekerjasama dengan ATKI Hongkong,
melakukan pendidikan dan advokasi buruh migran di Desa Gua lor, Kec. Kaliwedi
Kab. Cirebon, karena Cirebon salah satu daerah pemasok buruh migran terbanyak,
diantaranya di Desa Gua lor, 90% mata pencaharian mereka adalah buruh migran
dan sebagian besar adalah perempuan.
Di lingkugan
rumah, bulan Mei 2014 saya diminta ikut serta memakmurkan Masjid Agung Arum
Sari oleh DKM salah satunya dengan menjadi guru dan akan merintis madrasah
Masjid Agung Arum Sari, sulit dan tidak ada alasan untuk menolak permintaannya,
maka saya jalani untuk mengabdi di Masjid, lagi pula kegiatan saya saat itu
hanya organisasi dan menulis skripsi. Pada mulanya saya mengajar sekitar 10
anak, alhamdulilah semakin hari semakin bertambah, sampai saat ini ada sekitar
30 peserta didik.
Setelah lulus dari
pergururuan tinggi, yaitu S1 dengan predikat sangat memuaskan dan mendapat
gelar Sarjana Hukum Islalm S.H.I, baru-baru ini saya bergabung dengan posbakum
di Kota Cirebon, berharap dapat mentransformasikan ilmu yang saya dapat di
bangku kuliah, bahkan akan menambah ilmu dan pengalaman yang didapatkan
dilapangan. Semua itu adalah bagian kecil dari peranku, semoga dapat bermanfaat
buat bangsa ini, dan saya berharap dapat melanjutkan program magister, untuk
terus meningkatkan kulitas dan pengetahuan, agar dapat berperan lebih besar di
masyarakat sekitar, dan apa yang saya lakukan tidak lain hanyalah pengabdian
saya terhadap bangsa. Saya yakin pendidikan adalah modal terbesar untuk
kemajuan.
Langganan:
Postingan (Atom)
Roller Coaster Emosi
Dalam perjalanan hidup kita pasti mengalami pasang surut, dan keadaan yang sering kali berubah-berubah, terkadang kita dihadapkan dengan b...
-
Kata “Percaya Diri” terlihat sepele namun cukup sulit untuk dilaksanakan, jika kamu percaya di dalam hatimu bahwa kamu keren, orang lain p...
-
Dalam perjalanan hidup kita pasti mengalami pasang surut, dan keadaan yang sering kali berubah-berubah, terkadang kita dihadapkan dengan b...