Sabtu, 03 Januari 2015

Pada Mu



Allah telah menciptakan semesta ini berpasangan, ada siang dan malam, kehidupan dan kematian, lelaki dan  perempuan, dan masih banyak lagi, semua diciptakanNya bukan tanpa alasan dan sia-sia. Tugas kita sebagai mahlukNya lah yang dapat mengurai tabir rahasia itu, karena kita adalah mahluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna diantara lainya sebab kita punya akal dan nafsu, namun semua itu akan mendorong pada kebaikan atau keburukan, tergantung bagaimana kita menggunakannya, bisa jadi kita adalah mahluk paling hina dina dimuka bumi ini, bahkan tingkah lakunya melebihi binatang. Maka keImanan pada Allah adalah pondasi yang utama dan harus kokoh, karena keimanan padaNya membawa kedamaian, hubungannya sesama manusia dan Tuhannya, mengantarkan dan menjadi bekal di keabadian, sudahkah kita layak untuk berada disisi-nya. yang belum melakukan apa-apa jadikanlah kami layak berada disisiNya. Mari menyongsong masa depan  dengan amalan sholeh mu. 
"Maha suci Allah yang menguasai segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa diantara yang lebih baik amalnya.Dan Dia Maha Perkasa, Maha Pengampun." 
Semoga kita termasuk orang-orang yang baik perangainya. amiin 

Minggu, 28 Desember 2014

Senyum, Do'a dan Harapan

Januari 2015, 
Waktu terus berjalan kini telah memasuki tahun 2015, uforia pesta kembang api dan segala macam bentuk perayaannya menghiasi kota, segala penjuru di negeri ini, bahkan sampai desa dan gang-gang kecilpun ikut merayakan pesta pergantian tahun 2014-2015. meskipun tidak semegah dan serame di kota-kota besar, keni semua menikmati dan menyambut meskipun dengan bakar jagung atau tiupan terompet dan kembang api, tanpa koser dan lainnya, yang jelas mereka menikmati dan merayakannya. semua hanyut sdalam pesta pora itu, seakan kita lupa bahwa usia kita semakin berkurang dan tentang perbuatan masa lalu dan merencanakan masa depan. ini adalah waktu yang tepat untuk instropesksi diri, apa saja kelemahan dan yang akan menjadi kekuata kita dalam menjalankan hidup, mensyukuri nikmat dan karunianya. namun perayaan itu tidak saja bernuansa hiburan dan yang sifatnya hura-hura, di beberapa daerah termasuk kota cirebon, di Alun-alun kejaksan depan Masjid Raya At-Taqwa diadakan istigosah (doa bersama) dalam menyambut maulid Nabi Muhammad saw. (Hari lahir Nabi). suasananya pun tak kalah ramai, biasanya aku rutin untuk mengikuti majelis itu yang dipimpin oleh Buya Yahya Zaenal Ma'arif Pengasuh Al-Bahzah, kegiatan tersebut rutin dilakukan sejak tahun 2010, kami pernah dilibatkan kegiatan tersebut, sungguh luar biasa lantunan ayat suci dan sholalwat menambah keindahan dan kedamaian hati kami, meskipun suaranya akan bentrok dengan kembang api yang menggelegar, lantunan sholawatpun tak kalah menggelegarnya. sayang sekali 2 tahun terakhir saya belum berkesempatan hadir, padahal aku rindu dengan suasana itu, saat malam kota penuh dengan lautan manusia, dengan konsekwuensi pulang larut malam, kerena menhindari kemacetan, dan orang tuaku tak masalah dengan itu, aku cukup tau diri dan memanfaatkan kebebasan yang mereka berikan untukku untuk bergaul dan mencari ilmu sebanya-banyaknya dan tidak pernah neko-neko.
Aku hanya menikmati tahun baru di rumah, namun itu tidak membuat ku terus merasa jenuh, aku memanfaatkan untuk  mentafakuri diri atas dosa-dosa yang telah dilakukannya selama ini, aku sadar betul aku adalah mahluk yang lemah, tanpa kuasanya aku bukan siapa-siapa. 
Senyum adalah keindahan dan selalu dinantikan dan diinginkan oleh setiap orang, di tahun 2015 ini saya ingin selalu melihat senyum dari raut wajahnya yang semakin banyak guratan garisnya, menandakan bahwa  usianya semakin menua, mereka adalah segalanya bagiku, jiwa dan raganya rela dikorbankan untuk mendidikku sampai saat ini aku berusia 22 tahun, hm...hm.. kadang aku merasa tiada guna dan aku belumlah apa-apa karena belum bisa berbuat banyak dan membahagiakannya. maka harapan terbesarku adalah melihatnya selalu tersenyum karena aku, dan karena itulah aku akan bahagia dan menuju kesuksesan, aku tidak akan dapat menggantikan semua pengorbanannya dengan apapun, karena tidak tergantikan bahkan dengan harta benda sekalipun.
 Do'aku di tahun ini adalah sembuhkanlah Ibuku dan angkatlah penyakitnya Ya Rabb, beliau ingin sekali bisa berangkat menunaikan Ibadah Haji. dan aku mendapat pekerjaan yang bermanfaat, juga melanjutkan S2 dan tetap berjuang di jalanNya untuk ummat, melalui PMII adalah pilihan dan keyakinanku bahwa semuanya akan baik-baik saja, PMII hanyalah Bendera dann Organisasi, tapi semua kembali kepada insan yang ada didalamnya, dan semoga aku bisa bermanfaat dan berjuang. dan bulan ini aku memilih untuk merantau di Ibukota, aku niatkan untuk menimba ilmu dan mengembangkan diri, karena saya mempunyai kesempatan itu, aku bertekad aku besar , keluargaku besar dan cirebon akan besar, semoga niat ini selalu mendapat Ridha dari Mu Ya Allah. dan restu dari kedua orang tuaku, dan guru-guruku. ku yakin Engkau selalu menyertai hambanya yang selalu mengingat dan menyebutNya. semoga aku termasuk golongan orang-orang yang beriman juga bertaqwa.
Dari semua do'a dan cita-citaku itu, aku berharap bahwa hidupku dapat bermanfaat untuk kehidupan, dan selalu berbuat kebaikan di sampai akhir menutup mata, meskipun kadang aku tak tahu apakah itu baik atau tidak, karena baik menurut manusia belum tentu baik menurutNya, bila ukurannya adalah kebenaran Tuhan, maka di akhir do'a dan segala laku aku lafalkan kalimat istigfar memohon ampun pada Allah, karena atas kehendaknya jugalah kita bisa berbuat, Allah belum tentu memberikan apa yang kita mau, melainkan akan memberikan apa yang kita butuhkan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui.

Di Perantauan

Move On

Bangkit dan lawan

Ajari Aku Cinta : Memilih Sunyi

Hidup itu penuh pilihan, soal cita-cita dan cinta, atau apapun. ini cerita tentang romantisme, meskipun tak seromantis telenovela, novel, rama dan sinta, dan drama percintaan lainnya, kisah ini juga tak begitu tragis sebab sang pujangga cinta masih tegap berdiri mencari dan menanti cinta sejatinya.
Prinsip adalah pijakan hidup untuk melangkah, ia merupakan asas yang harus digenggam kuat. sebagai landasan kebenaran,namun keberadaannya sangatlah diperlukan agar hidup kita tak hilang arah, terhempas bersama besarnya gelombang ombak, maka cahaya kehidupan akan sirna. tentunya setiap orang punya cerita, prinsip dan pilihan hidup yang berbeda.
Aku adalah seorang gadis yang tumbuh seperti gadis umum lainnya dan mendapatkan anugrah cinta dariNya, besar di lingkungan yang religius atau ketidak percayaan diri,karena itu aku memilih sunyi.
Saat remaja adalah masa dimana mereka bisa mengekspresikan diri dan melakukan apa saja yang diingankan, namun hampir sebagian besar mengarah pada tindakan negatif, rasa hura-hura dan menguasai karena menganggap dirinya jagoan. mulai dari satu individu dengan mempengaruhi lainnya, lama-lama menjamur. itulah sedikit gambaran tentang anak-anak generasi muda, bagaimana mau memperjuangkan negeri ini jika tindakan negatif mendominasi, dan hanya akan menimbulkan masalah. 
Masa remaja rentan sekali dengan hal yang sifatnya hura-hura, namun juga akan bermanfaat jika kita mau berkembang, karena ia adalah bagian cahaya kehidupan dan penentu masa depan, saat usia remaja perkembangan secara fisik dan psikologis telah berubah, karena adanya peningkatan hormon, sehingga kondisi biologis seseorang baik dalam hal alat reproduksi, misal dia mengalami menstruasi,serta masa ini adalah masa pencarian jati diri, timbulnya rasa tertarik antar lawan jenis, dan sebagainya.
Baiklah ini waktunya aku menjelaskan tentang perjalanan cintaku, tapi aku menuliskan dimulai dari SD, aku sering sekali berpindah sekolah, mulai dari SDN Sendang II, SDN Wanlor II dan SDN II Kecomberan. lucu sekali dan bahkan masa yang indah bisa dibilang, penuh kepolosan dan keluguan, ya wajarlah, namun aku tidak bisa banyak cerita disaat usia kelas satu sampe lima,pokoknya saat itu adalah masa mereka untuk belajar dan bermain, 

Sabtu, 27 Desember 2014

Aku dan Kebesaran Mu

Tanggal 22 desember 2015 adalah perjalanan yang indah menyaksikan kebesaran Mu Tuhan, Gunung Bromo dan Pasir berbisik akhirnya bisa ku daki.puncak adalah keindahan yang didapat, kepuasan adalah buah dari sulit dan jerih payah yang telah dilalui, ternyata untuk mencapai puncak memang kita harus mendaki. begitu juuga kehidupan bahwa untuk mencapai kesuksesan kita harus melewati proses, tentunya hasil tak akan pernah jauh dari proses yang sudah kita lalui, dan itu adalah konsekuensi logis yang dialami oleh semua orang-orang besar.
Semesta dan berbagai macam bentuknya yang Allah ciptakan adalah buah KasihNya, penuh rahasia dan makna tersembunyi, keindahannya menyelusup kalbu membawa kita untuk melafalkan kalimat asmaNya " Alllahu akbar... Allahu akbar" (Maha Besar Allah), luar biasa ciptaanMu Tuhan, semua orang mengakui akan keagunganMu Tuhan. Dia Maha pencipta menciptakan mahluknya hanya untuk Ibadah padaNya.. bagi saya ini adalah perjalanan yang paling indah, aku dan KebesaranMu Tuhan.menyadarkan aku yang sejatinya manusia biasa yang belum patut untuk dibanggakan dan tak layak untuk menyombongkan diri, aku sadar bahwa aku diciptakan bersama alam adalah karunia, dan hidup harmonis dengan semua mahluknya adalah cara aku mempertahankan hidup dan menerima karunianya. menjadi Khalifah fil ardh adalah pilihan pasti tanpa kompromi.
Semoga aku termasuk golongan orang-orang yang beriman dan bertaqwa. Amiin

Sabtu, 20 Desember 2014

Hari Haru

Tiga hari sudah aku menikmati hiruk pikuk Ibu Kota di bulan november, hampir setiap bualnya aku berkunjung ke sana setelah pengukuhan PB PMII dan aku resmi menjadi bagian di struktural periode 2014-2016,  namun untuk saat ini tujuan utamaku untuk mengikuti seleksi wawancara beasiswa S2, aku datang dengan penuh harap dan begitu percaya diri, ada manfaatnya juga petuah guru-guruku dan pengalaman serta penggemblengan dari senior-seniorku, minimalnya ku lebih percaya diri dan paham persoalan sekitar, dan semuanya harus aku lakukan sendiri tidak boleh banyak berharap pada orang, dan seblumnya juga aku tak percaya bisa meleati seleksi administrasi. Syukur ku ucapkan tiada henti-hentinya, aku teringat waktu seminggu sebelum mengupload berkas persyaratan untuk beasiswa, minder dan bahkan hampir aku putus asa untuk mendaftarkan diri, karena masih ada beberapa persyaratan yang belum. aku merasa ada energi yang begitu kuat mendorong bahwa aku harus segera bicara pada ibu untuk meminta mpun dan ridha, semoga ada titik terang darinya..  mulanya aku agak kaku,,dan sulit mendpatkan perhatian serta fokus bicara, malah awalnya mengira, aku ingin ngobrol khusus dengannya, eehhh ibu sangka aku ingin bicara soal peminangan dan kawin, haduh2 sampaii saat ini pun aku tak tau mau nikah kapan, bahkan dengan siapa akan menikah pun tidak tahu,,orang bilang aku jomblo akut...ya sudahlaahh..aku rapopo,,  kembali aku berusahamengarahkan pembicaraan, akhirnya obrolan kami mencair, bahkan saat itu suasana begitu haru, saling berbagi kisah kasih, aku semakin hanyut karenaibu menceritakan riwayat saat seusiaku,, bahkan beliaudulu ingin pergi ke arab saudi menjadi TKW,, oohh Ibu betapa pilunya kisahmu, aku semakin bersyukur dan bangga, mempunyai orang tua sepertinya, tak terasa waktu menunjukan semakin sore, dan obrolan kami harus segera berakhir, Ibu mengakhirnya dengan do'a restu dan suport yang begitu berarti, mengantarkan aku pda semangat untuk tetap hidup, bertahan, berjuang bahkan berperang sekalipun.
aku telah mendapatkan jiwa yang separuhnya telah pergi, dan aku melanjutkan untuk mendaftarkan diri di program beasiswa LPDP. dan aku dinyatakan lulus seleksi administrasi, ketika mendapatkanya aku bahagia karena hendak mengabarkan berita bahagia kepada ortu, karena pasca wisuda, aku lom bisa berbuat apa-apa untuk mereka, dan melalui inilah harapanku bisa membuat mereka bahagia.
senjapun tiba, awan mendung menyelimuti langit ibu kota, tepatnya di Salemba Tengah III, Jakarta Pusat, mendadak aku teringat orang tua, aku sms mamah,
" lagi apa mah..?"
"lagi tiduran sakit ga bisa bangun,"
"dduaarrr" hatiku bagai disambar halilintar setelah membaca jawaban sms dari mamah, membuyarkan konsentrasi yang tengan mempersiapkan diri untuk menghadapi tes besok, aku gelisah dan semakin tidak karuan... akhirnya ku telpon untuk mendengar suaranya, heuum telponya ga di angkat,, lima menit kemudian HP ku berdering, mamah menghubungiku..
" ada apa teh ,.. ??" (suaranya begitu tertatih dan lirih)
" Oh,, ga apa2..(tak tahan ingin menangis)
"ya maaf tadi ga diangkat, soalnya lagi solat, solatnya aaja sambil duduk, teteh doainnya di sana" " jangan lupa baca do'a"(spertinya menangis )
aku ingin segera mengakhiri pembicaraan karena air mata ku t'lah menetes dari tadi, dan aku tidak ingin menampakan kesedihan..
"ya mah mamah doain juga.."
"teteh lagi apa, ?"
"lagi baca-baca aja, udah dulu ya mah ... " ( air matanya semakin deras, namun suaranya tertahan, terasa begitu sakit,)
"teteh udah hubungin bapa belum.. "
"belom.."
"bapanya, nanya aja teteh uda sms belum,, yaudah bapanya dikabari, di sms atau telpon.."
" ya, assalamualaikum"
"waalaikumsalam"
setelah percakapan itu aku menarik diri dari buku-buku, artikel dan leptopku, untuk menangis dan mengadu padaNya.. Ya rabb mudahkanlah segala urusanku..
setelah salat magrib aku telpon bapa, memenuhi janjiku pada mamah. sambil menikmati tempe mendoan yang ku beli disekitar taman..
telponnya diangkat, pertanyaan bapa seputar keadaanku di jakarta, sama siapa? betah ga? uangnya masih ada ga ? pulang kapan ? dan  udah makan belum ?, tentunya aku jawab semuanya baik-baik saja dan dengan nada seriang mungkin, meskipun lain dari kenyataannya, karena aku mau membuatnya tenang tanpa pikiran hanya akan membuatnya sakit, tentang anak gadisnya di perantauan. aku myakinkan bahwa semuanya baik-baik saja, meskipun aku harus menahan jangan sampai menangi, karena pertanyaanya begitu menusuk bagian dalam hatiku, bahkan sangat dalam, sampai-sampai tidak terukur kedalamannya. semuanya menyadarkan aku akan kasih sayangnya dan perjuangannya. hari itu penuh haru, dan aku menikmatinya sepanjang malamku dengan linangan air mata...
oh ibu dan bapa, tak usah kau khawatir anak gadismu cukup kuat untuk melalui itu,, karena kalian terlalu kuat mendidiknya.. maka cukuplah bekal yang kalian berikan untuk masa depannya, bahkan lebih karena aku tak bisa membayarnya dengan apapun, aku ingin do'a restumu yang mengantarkan aku..
salam cinta teruntuk Ibunda Yeni Latifah dan Ayahanda Ahmad Syifa, kalian sungguh luar biasa. :D





Roller Coaster Emosi

Dalam perjalanan hidup kita pasti mengalami pasang surut, dan keadaan yang sering kali berubah-berubah, terkadang kita dihadapkan dengan b...