Minggu, 07 Juni 2020

TUANKU.


Tuan masihkah kau ingat,
 Saat langkahmu begitu tegap, Gegap gempita penuh cita.
suaramu sangat lantang, berkobar membakar seluruh rongga,
Tuan masihkah kau ingat,
Saat kau bilang cinta, dan kesetian
Kau relakan diri pada ruang rindu nan sunyi,
                Tuan kita telah memilih bersama,
                Menapaki arus dan gelombang,
                Suka Cita telah kita rasakan,
                Demi sebuah harapan,
Tuan waktu adalah misteri,         
Tak pernah tahu kapan kita akan menjadi istimewa,
Tuan perjalanan ini memang melelahkan,
 Tetapi tuan yakinlah pada diri,
Bahwa perjalan ini akan melatih kita,
Mencapai kesuksesan yang gemilang.
                Tuan jarak memang memisahkan,
                Tetapi rindu ini tak pernah terpisah,
                Tuan waktu memang terus berlalu,
                Tetapi cinta sulit untuk berlalu,
Tuan jika pilihan ini adalah sebuah kesalahan
Maafkanlah
Tuan jika keadaan ini begitu menyakitkan
Maafkanlah
Tuan Jika tidak ada yang bisa kuberikan
Maafkanlah
                Tuan kita semua tahu,
                Bahwa betapa Maha Besarnya Tuhan,
                Tuhan yang tidak punya batasan,
                Mari kita panjatkan sebuah doa dan harapan.
                Semoga terwujud apa yang kita cita-citakan.      
               


Sabtu, 06 Juni 2020

Puisiku untuk Ayah


Seni Memimpin Di Masa Krisis


Peran pemimpin saat masa krisis di tengah pandemi covid-19 sangatlah penting, Karena pemimpin itu layaknnya seorang kapten atau nahkoda, dimana nasib semua penumpang tergantung pada dirinya. Tiga hal yang harus dimiliki seorang pemimpin dalam masa krisis adalah :
  1.       Hadir.Seorang pemimpin harus hadir memberikan penguatan emosi kepada anggota atau anak buahnya, karena kebanyakan orang dalam masa krisis hanya fokus pada satu hal, yaitu fokus pada problemnya melainkan bukan pada peluangnya, sehinggga mereka merasakan putus asa (hopeless), merasa tidak ada yang bisa dilakukan sedikitpun dan merasa dirinya tidak beruntung, oleh karenanya akan mempengaruhi kinerja atau roda organisasi tidak berjalan dengan baik. Oleh karena itu hadirnya figur seorang pemimpin yang dapat memberikan contoh, juga spirit kepada anak buahnya dapat menjadi tumpuan dan harapan baru bagi anak buahnya yang mengakibatkan ;
  2.       Membantu. Seorang pemimpin sebaiknya tidak hanya memerintah tetapi juga dapat membantu, Apabila seorang pemimpin hanya bisa memerintah anak buahnya atau anggotanya, tetapi tidak mau mengerti dan tidak membantu justru akan menambah beban pekerjaan bagi pemimpin itu sendiri, karena roda organisasi tidak akan berjalan dengan baik, efektif dan efisien, misalnya pekerjaan akan lebih lama selesai atau bahkan tidak dikerjakan, komunikasi juga akan terhambat, pada akhirnya pemimpin jugalah yang harus menyelesaikan, hal ini bisa diantisipasi jika pemimpin turut andil (action) membantu dan menjadi teladan dengan begitu anak buah antau anggotanya akan termotivasi untuk bekerja.
  3. Membuat Keputusan. Keputusan atau kebijakan seorang pemimpin di masa krisis sangatlah ditunggu, karena kondisi mereka yang merasa putus asa (hopeless), merasa tidak ada yang bisa dilakukan dan merasa dirinya tidak beruntung, keputusan atau kebijakan pemimpin begitu berarti, bagi mereka tumpuan harapan mereka ada pada seorang pemimpin,

Pemimpin yang ideal adalah pemimpin yang memiliki prinsip :
  • 1.    Kemampuan Menguasai Diri Sendiri
  • Karena kita tidak bisa memimpin orang lain sebelum kita bisa memimpin diri sendiri, karena untuk sungguh-sungguh memimpin harus dimulai dari diri sendiri.
  • 2.      Kekuatan Fokus dan Gigih
  • Dengan kekuatan fokus dan gigih kita akan dapat mencapai tujuan dan cita-cita, oleh karenanya seorang pemimpin harus fokus apa yang menjadi tujuan dan cita-cita sebuah organisasi, serta mempunyai gigih dalam bekerja demi mencapai tujuan dan cita-cita organisasi.
  • 3.      Kekuatan Bersama Orang Lain
  • Seorang pemimpin harus dapat menciptakan tim, membuat setiap orang disekelilingnya merasa memiliki dan bertanggung jawab terhadap pekerjaannya.
  • 4.      Kekuatan Komunikasi
  • Pemimpin harus mempunyai kemampuan komunikasi secara persuasif. Juga pemimpin harus tahu apa yang akan diucapkan dan dapat menyampaikan secara fasih kepada orang-orang dibawahnya sehingga mereka terdorong atau termotivasi untuk bekerja dan meraih tujuan dan cita-cita.
  • 5.      Kekuatan Pelaksanaan
  • Seorang pemimpin harus dapat melaksanakan, karena hanya memiliki ide atau gagasan bagus tidak cukup seorang pemimping harus mampu menerapkannya sehingga mampu menyampaikan visi-misinya untuk menginspirasi orang-orang dibawahnya.
  • 6.      Kekuatan Memberi
  • Seorang pemimpin dapat berkontribusi, terhadap rekan kerja atau orang dibawahnya sehingga memperoleh pengakuan atas jasa yang diberikan sebagai seorang pemimpin,


4 HAL YANG DAPAT MENGGANGGU JIWA


  1.  Merasa dirinya paling sial dan banyak masalah serta tidak berguna.
  2. Jangan membandingkan diri dengan zona waktu orang lain, hormati zona waktu Tuhan untuk dirimu, karena setiap orang mempunyai waktunya masing-masing, hidup bahagia dengan tidak memasang target dan menekan diri sendiri untuk sama dengan orang lain, perlu adanya keseimbangan antara keinginan dan keikhlasan supaya tidak tertekan.
  3. Keseimbangan atau Harmoni, apapun dalam hidup perlu seimbang, jika jiwa diporsir bisa depresi.
  4. Lingkungan yang baik, bertemu dengan orang-orang yang suka mengeluh dan keputusasaan akan memenuhi memori jiwa kita karena nafkah batin itu masuk berawal dari telinga dan mata yang akan mempengaruhi kondisi kejiwaan kita

Rabu, 12 Desember 2018

Syarat Permohonan Izin Poligami.


Pada dasarnya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan adalah menganut asas monogami, Pasal 3 ayat 1 berbunyi, “ Pada asasnya dalam suatu perkawinan seorang pria hanya boleh mempunyai seorang isteri. Seorang wanita hanya boleh mempunyai seorang suami’. Karena perkawinan merupakan ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri yang mempunyai tujuan membentuk keluarga bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Oleh karena itu perkawinan telah sah dilaksanakan apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu. Dan dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Bagi seorang suami yang akan beristeri lebih dari seorang wajib mengajukan permohonan poligami kepada pengadilan di daerah tempat tinggalnya. Izin poligami dapat diberikan apabila memenuhi syarat alternatif dan syarat kumulatif untuk melakukan poligami. Yaitu :
Syarat alternatif (Pasal 4 ayat 2) :
a.       Isteri tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai isteri.
b.      Isteri mendapat cacat badan atau penyakit yang tidak dapat disembuhkan.
c.       Isteri tidak dapat melahirkan keturunan.
Syarat Kumulatif (Pasal 5 ayat 1) :
a.       Adanya persetujuan dari isteri/isteri.
b.      Adanya kepastian bahwa suami mampu menjamin keperluan-keperluan hidup isteri-isteri dan anak-anak mereka.
c.       Adanya jaminan bahwa suami akan berlaku adil terhadap isteri-isteri dan anak-anak mereka.


Selasa, 11 Desember 2018

HUKUM DAN KEADILAN

Hukum adalah suatu kumpulan norma-norma hidup suatu masyarakat. Dan norma-norma yang hidup itu terkait dengan moral agama. Hukum adalah bagian dari syari’at dan syari’at adalah program pelaksanaan ad-din, kesadaran tauhid akan menumbuhkan kesadaran bahwa kedudukan manusia dengan manusia lainya itu sama di depan hukum. Bagaimapun baiknya peraturan hukum tidak akan bermanfaat jika pelaksanaannya tidak sesuai dengan kaidah penegakan hukum yang benar.
Ada dua kaidah penegakan hukum Pertama, penegakan hukum tidak mengenal kompromi. Kedua, penegakan hukum harus didasarkan pada kesamaan kedudukan manusia. Kaidah ini dijelaskan dengan gamblang dalam firman Allah surat an-Nisa (4) : 135  yang artinya :
“Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kalian orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah meskipun terhadap dirimu sendiri atau terhadap ibu bapakmu dan kaum kerabatmu. Jika mereka kaya atau pun miskin, Allah lebih tahu kemaslahatannya . Janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutarbalikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala yang kamu kerjakan”
Rasulullah Saw dan para sahabatnya telah memberikan contoh teladan dalam penjabaran kandungan ayat tersebut dalam kasus-kasus yang mereka hadapi waktu itu. Konsistensi mereka dalam penegakan hukum menghasilkan wibawa hukum yang terbukti dalam sejarah. Berikut contoh yang dapat kita lihat dalam kitab-kitab hadis Nabi, tentang sejarah umat Islam, Keteguhan Rasulullah dan para sahabat dalam menegakkan hukum.
Pertama, pada suatu kali seorang wanita bangsa quraisy diadili dan diputuskan akan dipotong tangannya karena terbukti mencuri. Seorang sahabat mengajukan permohonan kepada Nabi  Saw, agar wanita tersebut diberi pengampunan. Nabi menolak dengan tegas permintaan tersebut dan bersabda :
“Jangan kalian lakukan hal itu lagi. Sesungguhnya masyarakat dahulu ada yang hancur lenyap karena melakukan diskriminasi dalam hukum. Apabila orang kaya yang terhormat melakukan pelanggaran hukum mereka biarkan. Sebaliknya, bila yang bersalah itu orang miskin, mereka menegakkan hukum. Demi Allah, kalau anakku Fathimah mencuri, pasti akan kupotong tangannya.” (HR. Bukhari Muslim).
Kedua, Umar bin Khattab, Khalifah kedua pengganti Abu Bakar, pernah mengirim intruksi kepada Abu Musa al-Asy’ari, Qadhi Kufah. Isinya antara lain berbunyi :
“Samakan kedudukan manusia dalam majelismu, pada wajahmu, tindakanmu dan dalam keputusanmu, supaya orang kaya tidak menganggap wajar ketidakadilanmu, dan orang miskin tidak berputus asa terhadap putusanmu”.
Wibawa hukum adalah hasil dari pelaksanaan penegakan hukum, karena wibawa hukum tidak dapat berdiri sendiri. Apabila hukum ditegakan dengan baik dan sesuai dengan prinsip-prinsip keadilan maka wibawa hukum akan tegak pula. 

Senin, 10 Desember 2018

Terimakasih Tuhan

Terimakasih Tuhan.
Kau beri arti pada hal yang tidak ku mengerti.
Terimakasih Tuhan.
Kau beri tanpa batas apa yang kuingini.

Sungguh aku malu pada diri.
Terbalur lumpur yang mengotori.
Sungguh aku tak berdaya,
Terhadap apa yang kau uji coba.

Masiih saja kau ulurkan tangan.
Bukti bahwa kau yang Maha Kasih.

Terimakasih Tuhan.
Kau selalu hadir memberi kententraman.
Terimakasih Tuhan.
Ku masih diberi keimanan.

Tuhan maafkan aku.
Jika aku tak sempurna mencintaimu.
Tuhan maafkan aku.
Jika kealfaan selalu menghiasi hariku.

Terimakasih Tuhan.
Kau tak pernah meninggalkan aku.
Hanya saja aku yang tak tahu diri,
Itulah bukti bahwa cintaMu begitu suci.

Terimakasih Tuhan.





Roller Coaster Emosi

Dalam perjalanan hidup kita pasti mengalami pasang surut, dan keadaan yang sering kali berubah-berubah, terkadang kita dihadapkan dengan b...