Sabtu, 10 Januari 2015
Kamis, 08 Januari 2015
Ya Allah Sembuhkanlah Ibuku
Mungkin ini jalan Tuhan menguji aku dan memberi kesempatan untuk mengabdi pada ibu, Ya Allah sembuhkanlah ibuku.
Ya Allah berikanlah aku kesabaran dalam menghadapi ujian Mu.
Ya Allah adakah jalan terang bagi hidupku dan keluargaku, adakah aku sanggup menghadapi semua ini. Ya Allah aku berserah pada Mu, sembuhkanlah Ibuku.
bisakah aku berbagi kesedihan, tapi dengan siapa Ya Rabb, aku yakin hanya Engkau yang paling mengerti, Ya Rabb, sembuhkanlah ibuku.
Ya Allah inikah caramu menguji kecintaanku dan ketulusanku pada Ibu, sungguh cintaku padanya tidak tertandingi, sembuhkanlah ibuku, aku mohon..
Ya Allah berikanlah aku kesabaran dalam menghadapi ujian Mu.
Ya Allah adakah jalan terang bagi hidupku dan keluargaku, adakah aku sanggup menghadapi semua ini. Ya Allah aku berserah pada Mu, sembuhkanlah Ibuku.
bisakah aku berbagi kesedihan, tapi dengan siapa Ya Rabb, aku yakin hanya Engkau yang paling mengerti, Ya Rabb, sembuhkanlah ibuku.
Ya Allah inikah caramu menguji kecintaanku dan ketulusanku pada Ibu, sungguh cintaku padanya tidak tertandingi, sembuhkanlah ibuku, aku mohon..
Senin, 05 Januari 2015
Sabtu, 03 Januari 2015
Sebuah Harapan !!!
Seri Ke 1
Sunyi dalam
gelap, dingin dan mencekam , dahiku mengkerut berlindung dibalik selimut.
Tak ada yang berarti saat itu ku hanya lari dari ketakutan.. ada suara
detak penuh irama, sesaat ku menoleh mataku terpaku tajam pada benda yang
menggantung di dinding , ternyata benda itu sangat berarti, berarti di setiap
langkah kita,, benda itu menunjukan waktu tepat pukul 23.30, hari semakin larut
masih saja aku diam tanpa arti dan tak tahu apa yang harus ku lakukan..
Sejenak
kucoba pejamkan mata. Tanpa sadar ku tertidur tapi tak cukup lelap dan tak
banyak waktu yang kugunakan untuk rehat.. saat mataku terbuka langsung mencari
sebuah HP yang selalu menemani disisiku saat tidur,, ku lihat ada tabel penuh
angka di HP awalnya aku bingung. Namun akhirnya aku tahu dan aku sadar, ada
angka yang berbeda dengan yang lainnya yaitu angka 10 tepat bulan november, yah
aku ingat tanggal itu adalah tanggal yang bersejarah untuk bangsa ini dan
khususnya aku..
Tepat sudah
hari ini menunjukan bahwa usiaku bertambah dan menjadi 19 tahun,, namun tak
cukup bahagia yang kurasakan karena tak banyak hal yang berarti yang kulakukan
selama ini, bertambahnya usia tak menjadikan jaminan dan garansi bagiku agar
lebih baik,,aku sadar akan hal itu . khususnya untuk ibuku yang mengandung tak
pernah kering mata air kasih sayangnya.
Seri ke 2
Malam ini
aku merasakan sesuatu yang beda, tak seperti hari-hari yang biasa kujalani,
jauh dalam relung hatiku meraung, aku pun tak mengerti apa yang terjadi
sebenarnya, sedih tidak juga, galau apalagi, yah rasa itu tak kunjung hilang,
akupun tak mau segera memejamkan mata dan mendarat pada matras, tak pikir
panjang aku mengambil benda yang selalu menamani jiwa dan setia melayani disaat
hasrat menulisku meningkat, Oh tak ku duga, benda itu menjawabnya, notebook ini
adalah pemberian ayahku saat ulang tahunku yang ke 18 tepatnya pada tanggal 10
Nov 2010, “saat itu aku baru memasuki bangku perkuliahan, saat api mengejar
cita-cita masih membara. Aku pilih jurusan AAS, karena setamatnya dari MAN
cita-citaku adalah menjadi seorang Hakim, ayah ku sangat mendukung sekali apa
yang kupilih yang padahal dalam hati kecilku aku ingin mengambil kuliah sastra
atau kesehatan, yah walaupun hakim bagian dari cita-citaku tapi tak kutuliskan
pada nomor urut pertama, rupanya ayahku menaruh harapan yang lebih
padaku, diya selalu memfasilitasi apa saja yang kubutuhkan ia korbankan waktu
dan tenaganya tak kenal lelah, hanya untuk masa depan anak-anaknya”, oh rupanya
aku sedang mengingat masa silam. Yah aku ingat Tepat sudah malam ini adalah 2
tahun lamanya notebook ini menemaniku, dan tepat juga usiaku menginjak 20 tahun.
Ahhh aku
disibukan dengan handphone yang terus berdering, ucapan dan do’a berdatangan
silih berganti dari sahabat-sahabatku, syukurlah mereka masih perhatian padaku.
Aku tak kunjung percaya kalau-kalau aku sudah hidup selama 20 tahun,, Oh
Tuhan,, apa pula yang sudah kulakukan selama 20 tahun ini, syukur tiada
terkira, Engkau berikan aku kehidupan dan kesehatan. Dan malam ini menjadi
malam yang mengharukan, menjadi malam penyerahan seorang hamba pada Tuhannya,
menjadi malam yang penuh harapan akan sebuah pembaharuan dalam hidupku, aku
asyik terus bercumbu dengan selembar kertas dan pena dalam genggaman menorehkan
kesalahan yang lalu dan harapan-harapan di tahun mendatang, setidaknya ini akan
membuatku lebih baik dan menjadi cambuk memacu semangatku.
Lalu
perhatianku tertuju pada sebuah kalender duduk diatas meja yang biasa ku
gunakan untuk meletakkan kekasihku yang tengah kupakai (baca:buku). Wow,,
amazing.. ada yang unik, kalender itu menunjukan 10-11-12, tanggalnya cantik
yah,, yah ku harap tak sekedar cantik tanggalnya tapi cantik pula hidupku
dimasa mendatang, kini tinggalah sebuah pilihan apakah aku yang akan menuliskan
skenarionya dan menjadi aktornya ataukah hanya akan menjadi aktor yang hanya
bisa mengikuti alur cerita tanpa berbuat sesuatu.
Aku tau, dan
semua orangpun tau tanggal itu sudah menasional, ada sejarah yang tak pernah
lekang, tanggal itu telah dikukuhkan menjadi hari pahlawan, dan setidaknya itu
pulalah yang menjadi pendorongku, aku harus meninggalkan sejarah pada
orang-orang yang kusayangi, tentunya sejarah yang baik yang akan mereka kenang
dan bangga dengan hadirnya aku. Aku tak pernah mau dengar kalau sampai-sampai
orang tuaku mengatakan ia menyesal telah melahirkanku.sekian waktu berlalu
tangis tawa dinafasku, hitam putih hidupku, tak pernah kering mata air
kasih sayangmu , walau air mata dan darah menjadi pengiringnya, Oh terima
kasih,,, maafkan aku ibu dan ayah.
Seri ke 3...
1 bulan
sudah berlalu waktu usiaku ke 21 tahun sampai, saat kesunyian datang , dimna
banyak orang dalam ketengan dan tengah menikmati peristirahatan dari segala
aktifitasnya, tidak dengan aku yang sibuk menerima keindahan, waktu yang ku
tunggu t'lah tiba, berselimut haru, dan tangis syukur kebahagiaan, oooh...
Tuhan layakkah aku menjadi wakilmu di bumi menebarkan keberan-kebenaran yang
sejati dalam hati ku bergumam sambil menerka kenyataan, sepanjang peradaban
manusia dan sejarah indonesia, tanggal 10 itu adalah kemenangan yang harus kau
tukar dengan nyawa, yah semua orang tahu dn kau dapat temukan dalam kitab-kitab
perjuangan, dalam buku-buku pelajaran juga dalam kalender termaktub sebagai
hari pahlawan.
aku ingin
mencoba memaknainya, tak pikir panjang langsung up date statu.
Pada Mu
Allah telah menciptakan semesta ini
berpasangan, ada siang dan malam, kehidupan dan kematian, lelaki dan perempuan, dan masih banyak lagi, semua
diciptakanNya bukan tanpa alasan dan sia-sia. Tugas kita sebagai mahlukNya lah
yang dapat mengurai tabir rahasia itu, karena kita adalah mahluk ciptaan Tuhan
yang paling sempurna diantara lainya sebab kita punya akal dan nafsu, namun
semua itu akan mendorong pada kebaikan atau keburukan, tergantung bagaimana
kita menggunakannya, bisa jadi kita adalah mahluk paling hina dina dimuka bumi
ini, bahkan tingkah lakunya melebihi binatang. Maka keImanan pada Allah adalah
pondasi yang utama dan harus kokoh, karena keimanan padaNya membawa kedamaian,
hubungannya sesama manusia dan Tuhannya, mengantarkan dan menjadi bekal di
keabadian, sudahkah kita layak untuk berada disisi-nya. yang belum
melakukan apa-apa jadikanlah kami layak berada disisiNya. Mari menyongsong masa
depan dengan amalan sholeh mu.
"Maha suci Allah yang menguasai segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa diantara yang lebih baik amalnya.Dan Dia Maha Perkasa, Maha Pengampun."
Semoga kita termasuk orang-orang yang baik perangainya. amiin
Minggu, 28 Desember 2014
Senyum, Do'a dan Harapan
Januari 2015,
Waktu terus berjalan kini telah memasuki tahun 2015, uforia pesta kembang api dan segala macam bentuk perayaannya menghiasi kota, segala penjuru di negeri ini, bahkan sampai desa dan gang-gang kecilpun ikut merayakan pesta pergantian tahun 2014-2015. meskipun tidak semegah dan serame di kota-kota besar, keni semua menikmati dan menyambut meskipun dengan bakar jagung atau tiupan terompet dan kembang api, tanpa koser dan lainnya, yang jelas mereka menikmati dan merayakannya. semua hanyut sdalam pesta pora itu, seakan kita lupa bahwa usia kita semakin berkurang dan tentang perbuatan masa lalu dan merencanakan masa depan. ini adalah waktu yang tepat untuk instropesksi diri, apa saja kelemahan dan yang akan menjadi kekuata kita dalam menjalankan hidup, mensyukuri nikmat dan karunianya. namun perayaan itu tidak saja bernuansa hiburan dan yang sifatnya hura-hura, di beberapa daerah termasuk kota cirebon, di Alun-alun kejaksan depan Masjid Raya At-Taqwa diadakan istigosah (doa bersama) dalam menyambut maulid Nabi Muhammad saw. (Hari lahir Nabi). suasananya pun tak kalah ramai, biasanya aku rutin untuk mengikuti majelis itu yang dipimpin oleh Buya Yahya Zaenal Ma'arif Pengasuh Al-Bahzah, kegiatan tersebut rutin dilakukan sejak tahun 2010, kami pernah dilibatkan kegiatan tersebut, sungguh luar biasa lantunan ayat suci dan sholalwat menambah keindahan dan kedamaian hati kami, meskipun suaranya akan bentrok dengan kembang api yang menggelegar, lantunan sholawatpun tak kalah menggelegarnya. sayang sekali 2 tahun terakhir saya belum berkesempatan hadir, padahal aku rindu dengan suasana itu, saat malam kota penuh dengan lautan manusia, dengan konsekwuensi pulang larut malam, kerena menhindari kemacetan, dan orang tuaku tak masalah dengan itu, aku cukup tau diri dan memanfaatkan kebebasan yang mereka berikan untukku untuk bergaul dan mencari ilmu sebanya-banyaknya dan tidak pernah neko-neko.
Aku hanya menikmati tahun baru di rumah, namun itu tidak membuat ku terus merasa jenuh, aku memanfaatkan untuk mentafakuri diri atas dosa-dosa yang telah dilakukannya selama ini, aku sadar betul aku adalah mahluk yang lemah, tanpa kuasanya aku bukan siapa-siapa.
Senyum adalah keindahan dan selalu dinantikan dan diinginkan oleh setiap orang, di tahun 2015 ini saya ingin selalu melihat senyum dari raut wajahnya yang semakin banyak guratan garisnya, menandakan bahwa usianya semakin menua, mereka adalah segalanya bagiku, jiwa dan raganya rela dikorbankan untuk mendidikku sampai saat ini aku berusia 22 tahun, hm...hm.. kadang aku merasa tiada guna dan aku belumlah apa-apa karena belum bisa berbuat banyak dan membahagiakannya. maka harapan terbesarku adalah melihatnya selalu tersenyum karena aku, dan karena itulah aku akan bahagia dan menuju kesuksesan, aku tidak akan dapat menggantikan semua pengorbanannya dengan apapun, karena tidak tergantikan bahkan dengan harta benda sekalipun.
Do'aku di tahun ini adalah sembuhkanlah Ibuku dan angkatlah penyakitnya Ya Rabb, beliau ingin sekali bisa berangkat menunaikan Ibadah Haji. dan aku mendapat pekerjaan yang bermanfaat, juga melanjutkan S2 dan tetap berjuang di jalanNya untuk ummat, melalui PMII adalah pilihan dan keyakinanku bahwa semuanya akan baik-baik saja, PMII hanyalah Bendera dann Organisasi, tapi semua kembali kepada insan yang ada didalamnya, dan semoga aku bisa bermanfaat dan berjuang. dan bulan ini aku memilih untuk merantau di Ibukota, aku niatkan untuk menimba ilmu dan mengembangkan diri, karena saya mempunyai kesempatan itu, aku bertekad aku besar , keluargaku besar dan cirebon akan besar, semoga niat ini selalu mendapat Ridha dari Mu Ya Allah. dan restu dari kedua orang tuaku, dan guru-guruku. ku yakin Engkau selalu menyertai hambanya yang selalu mengingat dan menyebutNya. semoga aku termasuk golongan orang-orang yang beriman juga bertaqwa.
Dari semua do'a dan cita-citaku itu, aku berharap bahwa hidupku dapat bermanfaat untuk kehidupan, dan selalu berbuat kebaikan di sampai akhir menutup mata, meskipun kadang aku tak tahu apakah itu baik atau tidak, karena baik menurut manusia belum tentu baik menurutNya, bila ukurannya adalah kebenaran Tuhan, maka di akhir do'a dan segala laku aku lafalkan kalimat istigfar memohon ampun pada Allah, karena atas kehendaknya jugalah kita bisa berbuat, Allah belum tentu memberikan apa yang kita mau, melainkan akan memberikan apa yang kita butuhkan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui.
Langganan:
Postingan (Atom)
Roller Coaster Emosi
Dalam perjalanan hidup kita pasti mengalami pasang surut, dan keadaan yang sering kali berubah-berubah, terkadang kita dihadapkan dengan b...
-
Kata “Percaya Diri” terlihat sepele namun cukup sulit untuk dilaksanakan, jika kamu percaya di dalam hatimu bahwa kamu keren, orang lain p...
-
Dalam perjalanan hidup kita pasti mengalami pasang surut, dan keadaan yang sering kali berubah-berubah, terkadang kita dihadapkan dengan b...