Senin, 20 Januari 2014

akumulasi rasa

waku terus berjalan silih berganti,
juga angan bersamamu selalu mengikuti kasih.
owh buaian dan ranyunya..
enyalahlah,,, pergi saja - pergi..
aku sang dewi mendambakan
hampir setiap malam tak pernah terlewatkan
bayangmu, tentangmu dan tentang harapan...

namun, jiwa ini elah terombang ambing,
tak tahan aku pada kesunyian,
mengapa oh mengapa....
jauhkah aku dariMu Tuhan...
30 hari..dua bulan silam...
bagai bunga yang kau siram,
bersemi, mekar dan memancarkan panorama keindahan,
kau hadir bak pahlawan,
yang memeberikan kedamaian...

tapi kini,,, aku lah mawar yang layu,,
karena kau patahkan, menyiram saja tak pernah..
apalagi kau beri aku pupuk..
agar cinta kita bersemi dan tumbuh subur,,,
agh,, aku bukan sang pecicilan..
aku tegap dan bangun.membongkar ketidakpastian..
adakah yang disana. merasakan..
gejolak rindu yang berkepanjangan
dalam kecemasan, kegelisahan dan penuh tanya.
harus kulaluin sepanjang malam.

owh Tuhan, sudah akhiri saja semua ini,
biar aku beralih dan tentram bersama CintaMu..



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PULANG

Saat itu tengah malam dan semua orang telah membaringkan badannya dengan mata terpejam begitu pulas beralaskan tikar, sedangkan di ranja...