Minggu, 07 September 2014

Catatan Harian

bulan demi bulan pesat berjalan
cerah dan resah saling bergantian
butir air mata, peluh jauh berkelana
menembus belukar dan padang cerita

kegagalan yang mendatangkan kecewa
mesti dihapus dengan semangat kuda
terkoyaknya sanubari karena dilukai
berpariasi upaya, mesti mengelabuhi
segala hal ada bermakna
masing-masing membawa karmanya

lalu aku terpana,
pada sebuah catatan harian yang telah penuh
bulan kedua belaspun berakhir
dan tahun baru yang belum aku tahu
menantang di depan mataku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PULANG

Saat itu tengah malam dan semua orang telah membaringkan badannya dengan mata terpejam begitu pulas beralaskan tikar, sedangkan di ranja...