Sabtu, 22 November 2014

Menggapai dan Memaknai Cita

"Perjuangan dirintis oleh orang-orang berilmu, diperjuangkan oleh orang-orang ikhlas dan dimenangkan oleh orang-orang berani"
Setiap orang mempunyai harapan dan tujuan dalam hidupnya, dan setiap harapan adalah mimpi kebahagiaan di masa depannya, tidak satu pun menginginkan kegagalan dalam hidupnya, namun setiap pencapaian cita adalah keberhasilan melewati proses yang panjang dan menaklukan rintangan-rintangan yang menghadang, 5 tahun yang akan datang, ditentukan oleh pergerakan kita hari ini.kita akan menuai apa yang kita tanam, kebaikan akan menghasilkan kebaikan,begitupun sebaliknya, karena dalam kehidupan selalu berlaku hukum sebab akibat.
22 tahun aku menapaki jalan di negeri ini, negeri Indonesia,  berbagai macam rintangan telah ku hadapi, tentu seusia itu adalah usia yang membuat kita semakin matang dalam bersikap dan bertindak,bagi orang-orang yang belajar dan mengambil hikmahnya.dengan sejuta cerita, mengandung tawa, haru dan luka, juga dengan sejuta cita-cita, menjadikan aku untuk terus bangkit memaknai hidup ini, tanpa itu semua, apalah arti hidup ini. untuk mewujudkkannya tentu harus dengan perencanaan yang matang serta tindakan yang kongkrit.
aku terlahir sebagai perempuan, dan dibesarkan oleh keluarga yang lengkap dan cukup bahagia, dan aku diberi kesempatan lebih daripada lainnya, aku terbiasa dilayani dan hidup dengan keadaan nyaman, meskipun aku masih ingat sewaktu kecil tentang hal yang paling memprihatikan dalam hidup aku di saat kondisi yang paling tak berdaya namun aku yakin bahwa itu ujian yang aku dna keluargaku mampu melewatinya, karena campur tanganNya jugalah yang mengantarkan pada kondisi ini, aku selalu dijarkan untuk mengingatnya dalam kondisi apapun, boleh jadi kita punya rencana yang banyak dan juga mimpi yang besar, namun ada kehendak Tuhan yang menentukannya, keyakinan ku penyerahan diri pada Tuhannya bukan berarti keputusasaan seseorang dalam menggapai cita-cita, melainkan refleksi atas diri ini bahwa ada yang maha besar dan kuasa dari kehendak manusia,karena sejatinya kita adalah mahluk yang lemah namunn ada Allah yang menguatkan, mahluk yang kekurangan dan Allah jadikan kecukupan, dan lain sebagainya, artinya kita sama dihadapan Tuhan, Sebesar apapun cita-cita, sebanyak apapun harta kita, dan sepintar apapun kita, tetap akan kembali kepadaNya, tujuan hidup yang paling hakiki adalah berada di sisiNya dengan kebenara, dan untuk mendapatkannya tidak dengan cuma-cuma. Kita dilahirkan tidak untuk sia-sia, bahkan diberi segala macam kelebihannya, diantaranya akal, dan nafsu, dengan mengerahkan segala kemampuanya dengan baik manusia akan menempati derajat yang paling tinggi sebagai khalifah fil ard, namun sebaliknya, bahkan manusia dapat lebih rendahdari seekor binatang sekalipun, Allah hendak menguji hambanya, yang paling, bersabar bertakwa, dan berbuat baik sesamanya untuk mendapatkan tempat disisinNya, dan semua itu telah termaktub dalam kitab suciNya yanng ajaranNya disampaikan melalui Rasulnya, untuk semua, baik miskin maupun kaya, laki-laki maupun perempuan.
siapa yang ingin dilahirkan dalam keadaan kurang, pasti tidak jawabnya namun kelahiran dan kematian adalah takdirNya, tetapi jalan dan usaha untuk hidup adalah kita yang mengubah, tentu setiap manusia sealalu ingin bernasib baik, tapi usaha jugalah yang menentukan, ditegaskan dalam al-Qur'an surah Ar-R'ad ayat 11 yaitu, Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada mereka sendiri. maka semangat mengubah nasib harus terus ada. untuk mencapai cita dan untuk dinyatakan merdeka, membutuhkan pengakuan dan peran serta dari orang lain, maka eksistensi diri ada, sesama manusia, sebagai mahluk sosial kita saling membutuhkan, dan hanya kerja kolektiflah yang dapat menguatkan, jelas sekali pesan Allah dalam firmannya QS. Al-Baqarah 148, yang berbunyi " Maka berlomba-lombalah dalam membuat kebaikan, dimana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat), sesungguhnya Allah maha kuasa atas segala sesuatu". pesan yang tersirat dalam ayat tersebut menyeru kita untuk saling berlomba dalam kebaikan, tolong menolong dimanapun kita berada, dan kelak bahwa kita akan dikumpulkan semua dihari akhir hari perhitungan amal perbuatan, dan Allah lah maha kuasa atas segalanya, kesetaraan atau kesamaan serta manusia yang paling mulia adalah yang bermanfaat untuk manusia lainnya. Subhannalah tiada keraguan akan al-Qur'an sebagai pedoman hidup dalam menggapai cita-cita, seluruh aspek dimensi kehidupkan dijelaskan dalam al-Qur'an baik, aqidah, sosial, politik, ekonomi, dan sebagainya, saya yakin betul orang yang senantiasa berpegang teguh pada al-Qur'an sebagai sandaran hidupnya dan mengamalkannya, akan bahagia, sukses dunia akhirat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PULANG

Saat itu tengah malam dan semua orang telah membaringkan badannya dengan mata terpejam begitu pulas beralaskan tikar, sedangkan di ranja...