Selasa, 19 Agustus 2014

Senandung Cinta di Urat Nadiku

Ku dengar bahasa kalbu
Indah sanubari mengayun lembut
Mengalir deras menggapai suci
Menembus batas, berangan kelak kan bersahut

Merah padam tersipu malu
Dalam sunyi dan dinginnya malam
Jauh dari kebisingan tiada berkawan
Tentram, namun beriramakan musam
Menggali kedalaman cinta
Mengurai makna dari kehidupan

Tersungkup mengabdikan diri
Bersujud menebus nista dan dusta
Bersimpuh membalut luka dan lara
Memperbaiki kelemahan diri

Nyanyian rindu mengalun merdu
KalamMu terdengar syahdu dan haru
PadaMu aku bercumbu
Memadu cinta dan menagih kasih

Tuhan
Di kedalaman hatiku,
Sebuah senandung tanpa kata akan terungkap
Sebuah cinta di urat nadiku tak akan putus
Senandung cinta kan ku dendangkan
Bersyairkan AsmaMu
Sungguh ku sadar kebesaranMu Tuhan
Malam yang kelabu membuat aku menjadi haru

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PULANG

Saat itu tengah malam dan semua orang telah membaringkan badannya dengan mata terpejam begitu pulas beralaskan tikar, sedangkan di ranja...