Sabtu, 20 Desember 2014

PERANKU BAGI INDONESIA



Peran adalah serangkaian perilaku yang diharapkan pada seseorang sesuai dengan posisi sosial yang diberikan baik secara formal maupun informal. Indonesia adalah bangsa yang besar dan kaya akan sumber daya alamnya, berabad-abad para pahlawan, pemuda, perempuan dan seluruh rakyat Indonesia berkorban demi merebut kemerdekaan tanah air Indonesia, untuk bangsa yang berdaulat, adil dan makmur. Kini hampir setiap hari kita menikmati media dengan berita-berita yang memprihatikan bagi negeri ini, realitas sosial dan kesenjangan semakin terasa.
Tentunya apa yang kita lakukan saat ini belumlah seberapa dibandingkan pengorbanan para pendahulu, saat ini bisa menikmati segala aktivitas tanpa harus di hantui dengan senapan panjang, bom molotop bahkan pedang yang siap memenggal, maka pertanyaan, apa yang sudah kita berikan untuk negeri ?, menjadi sangat penting, apa lagi saat ini musuh kita tidak nyata, karenan musuh itu ada pada bangsamu dan diri sendiri.
            Sebagai generasi muda, mahasiswa dan masyarakat intelektual, yang dianggap cakap dalam hal apapun, kehadirannya sangat diharapkan, menjadi solusi setiap persoalan yang ada di negeri ini. Sebagai bentuk tanggung jawab moral, sosial dan melaksanakan tri darma perguruan tinggi, dan mahasiswa merupakan agen sosial, agen perubahan dan agen kontrol, maka peran sertanya dapat mempengaruhi kemajuan bangsa. Kalau bukan generasi muda dan kita siapa lagi?.
            Peran menjadi bermakna ketika dikaitkan dengan orang lain dan komunitas sosial, kombinasi antara posisi dan pengaruh, antara peran individu dan kolektif saling terkait,  menjadi kesatuan yang tak terpisahkan, karena kemajuan bangsa ini dibentuk oleh peranan kolektif. Saya ingin menjadi bagian dalam pembangunan negeri ini, saya melakukan peran saya baik secara pribadi maupun berkelompok.
            Secara pribadi peran saya adalah mencari ilmu. Kewajiban yang paling mendasar sebagai generasi penerus bangsa adalah belajar dan terus belajar, menjadi pribadi yang berkarakter, diantaranya mencakup, intelektualitas, peka terhadap sosial, dan keluhuran moral. Untuk melakukan sebuah perubahan tidak bisa dilakukan sendirian, maka melalui kelompok dan organisasi peran saya dapat lebih maksimal.
            Pada masa kuliah saya semakin memahami akan pentingnya peran kita buat bangsa ini, peran saya di mulai dari aktif diberbagai kegiatan dan forum ilmiah guna menambah wawasan, diantaranya mengadakan sekolah dan pemahaman terhadap remaja mengenai kesehatan reproduksi, baik dari sudut pandang medis maupun agama Islam, juga pernah menjadi pementor kegiatan ekstrakulikuler kerohanian di beberapa sekolah SMP dan SMA kota Cirebon, mungkin karena aktivitas saya di FSPMC dan Remaja Masjid Raya At-Taqwa yaitu masjid terbesar se Wilayah III Cirebon, sehingga saya di minta untuk menjadi mentor oleh adik-adik pelajar. Saat kuliah juga aktif di salah satu UKM dalam mengadakan berbagai kegiatan diskusi dan bedah buku.
Untuk mengeksplor skill bahasa saya bergabung dengan Sang Bintang School (SBS), ialah merupakan kelompok belajar pada bidang bahasa inggris, saya merasa semakin bermanfaat bisa bergabung, karena kami melakukan gerakan gemar membaca dan kampanye jangan mencontek, setiap minggu sekali bersama teman-teman SBS mengumpulkan, mengundang ade-ade yang kurang mampu, tidak berkesempatan seperti kita, baik waktu, finansial dan sebagainya namun mereka masih mempunyai semangat untuk belajar, kegiatan yang dialkukan selain belajar bahasa inggris, masing-masing partisipan diwajibkan membaca buku, dan di persentasikan hasil bacaannya juga dengan bahasa inggris, sebagai aplikasi dari gerakan gemar membaca tadi.  
            Berkat pengalaman, dan kepercayaan dari teman-teman, saya terpilih menjadi Ketua Umum HMJ Al-Akhwal Al-Syakhshiyyah, yang sebelumnya saya belajar dan mengabdi di UKM dan Senat Mahasiswa Fakultas Syariah menjadi pengurus harian, melalui HMJ ini saya menginisiasi, bagaimana HMJ AAS ini bisa berperan baik seacara internal maupun eksternal, untuk internal diantaranya mengaktifkan diskusi hukum, dan kitab kuning, sebagai tambahan ilmu di luar jam mata kuliah, semua pihak civitas akademika mengapresiasi betul atas kegiatan ini khususnya fakultas syariah, kemudian peranya secara eksternal adalah dengan meleburkan dan melibatkan diri pada masyarakat sekitar, melalui kegiatan-kegiatan sosial, selain itu juga aktif melakukan komunikasi dan kerjasama dengan berbagai kampus, salah satunya dengan mengirimkan delegasi untuk mengikuti lomba simulasi peradilan semu di Purwokerto. Juga melakukan audiensi dengan lembaga-lembaga terkait. 
            Setelah mendapat pelajaran yang sangat banyak di SBS, di kampus saya dengan teman menginisiasi membuat English Holiday, adalah kelompok belajar bahasa inggris saat liburan semester, kegiatan ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Cisambeng Majalengka, selama satu minggu penuh, dengan dipandu oleh dosen-dosen yang berkompeten. Kami memilih pondok pesantren karena kami memandang pondoklah yang paling tepat dalam membangun karakter, baik dalam hal kedisiplinan, ketaatan, dan keluhuran moral.
            Dalam hal meraih kesuksesan dan membangun bangsa, tidak ada perbedaan antara perempuan dan laki-laki, namun kepercayaan diri, dan berbagai macam faktor membuat mereka urung tampil di publik, atas dasar itu saya bersama sahabat-sahabat perempuan saya membentuk el-pasya (perempuan syariah), sebagai wadah komunitas perempuan yang ingin  belajar, berbagi dan menumbuhkan rasa percaya diri mereka, meskipun awalnya sangat kontroversial, namun kini dirasakan kiprahnya, di kampus semakin banyak perempuan yang sadar akan penting peranannya dalam membangun bangsa ini, kami juga pernah bekerjasama dengan ATKI Hongkong, melakukan pendidikan dan advokasi buruh migran di Desa Gua lor, Kec. Kaliwedi Kab. Cirebon, karena Cirebon salah satu daerah pemasok buruh migran terbanyak, diantaranya di Desa Gua lor, 90% mata pencaharian mereka adalah buruh migran dan sebagian besar adalah perempuan.
            Di lingkugan rumah, bulan Mei 2014 saya diminta ikut serta memakmurkan Masjid Agung Arum Sari oleh DKM salah satunya dengan menjadi guru dan akan merintis madrasah Masjid Agung Arum Sari, sulit dan tidak ada alasan untuk menolak permintaannya, maka saya jalani untuk mengabdi di Masjid, lagi pula kegiatan saya saat itu hanya organisasi dan menulis skripsi. Pada mulanya saya mengajar sekitar 10 anak, alhamdulilah semakin hari semakin bertambah, sampai saat ini ada sekitar 30 peserta didik.
            Setelah lulus dari pergururuan tinggi, yaitu S1 dengan predikat sangat memuaskan dan mendapat gelar Sarjana Hukum Islalm S.H.I, baru-baru ini saya bergabung dengan posbakum di Kota Cirebon, berharap dapat mentransformasikan ilmu yang saya dapat di bangku kuliah, bahkan akan menambah ilmu dan pengalaman yang didapatkan dilapangan. Semua itu adalah bagian kecil dari peranku, semoga dapat bermanfaat buat bangsa ini, dan saya berharap dapat melanjutkan program magister, untuk terus meningkatkan kulitas dan pengetahuan, agar dapat berperan lebih besar di masyarakat sekitar, dan apa yang saya lakukan tidak lain hanyalah pengabdian saya terhadap bangsa. Saya yakin pendidikan adalah modal terbesar untuk kemajuan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PULANG

Saat itu tengah malam dan semua orang telah membaringkan badannya dengan mata terpejam begitu pulas beralaskan tikar, sedangkan di ranja...