Minggu, 28 Desember 2014

Senyum, Do'a dan Harapan

Januari 2015, 
Waktu terus berjalan kini telah memasuki tahun 2015, uforia pesta kembang api dan segala macam bentuk perayaannya menghiasi kota, segala penjuru di negeri ini, bahkan sampai desa dan gang-gang kecilpun ikut merayakan pesta pergantian tahun 2014-2015. meskipun tidak semegah dan serame di kota-kota besar, keni semua menikmati dan menyambut meskipun dengan bakar jagung atau tiupan terompet dan kembang api, tanpa koser dan lainnya, yang jelas mereka menikmati dan merayakannya. semua hanyut sdalam pesta pora itu, seakan kita lupa bahwa usia kita semakin berkurang dan tentang perbuatan masa lalu dan merencanakan masa depan. ini adalah waktu yang tepat untuk instropesksi diri, apa saja kelemahan dan yang akan menjadi kekuata kita dalam menjalankan hidup, mensyukuri nikmat dan karunianya. namun perayaan itu tidak saja bernuansa hiburan dan yang sifatnya hura-hura, di beberapa daerah termasuk kota cirebon, di Alun-alun kejaksan depan Masjid Raya At-Taqwa diadakan istigosah (doa bersama) dalam menyambut maulid Nabi Muhammad saw. (Hari lahir Nabi). suasananya pun tak kalah ramai, biasanya aku rutin untuk mengikuti majelis itu yang dipimpin oleh Buya Yahya Zaenal Ma'arif Pengasuh Al-Bahzah, kegiatan tersebut rutin dilakukan sejak tahun 2010, kami pernah dilibatkan kegiatan tersebut, sungguh luar biasa lantunan ayat suci dan sholalwat menambah keindahan dan kedamaian hati kami, meskipun suaranya akan bentrok dengan kembang api yang menggelegar, lantunan sholawatpun tak kalah menggelegarnya. sayang sekali 2 tahun terakhir saya belum berkesempatan hadir, padahal aku rindu dengan suasana itu, saat malam kota penuh dengan lautan manusia, dengan konsekwuensi pulang larut malam, kerena menhindari kemacetan, dan orang tuaku tak masalah dengan itu, aku cukup tau diri dan memanfaatkan kebebasan yang mereka berikan untukku untuk bergaul dan mencari ilmu sebanya-banyaknya dan tidak pernah neko-neko.
Aku hanya menikmati tahun baru di rumah, namun itu tidak membuat ku terus merasa jenuh, aku memanfaatkan untuk  mentafakuri diri atas dosa-dosa yang telah dilakukannya selama ini, aku sadar betul aku adalah mahluk yang lemah, tanpa kuasanya aku bukan siapa-siapa. 
Senyum adalah keindahan dan selalu dinantikan dan diinginkan oleh setiap orang, di tahun 2015 ini saya ingin selalu melihat senyum dari raut wajahnya yang semakin banyak guratan garisnya, menandakan bahwa  usianya semakin menua, mereka adalah segalanya bagiku, jiwa dan raganya rela dikorbankan untuk mendidikku sampai saat ini aku berusia 22 tahun, hm...hm.. kadang aku merasa tiada guna dan aku belumlah apa-apa karena belum bisa berbuat banyak dan membahagiakannya. maka harapan terbesarku adalah melihatnya selalu tersenyum karena aku, dan karena itulah aku akan bahagia dan menuju kesuksesan, aku tidak akan dapat menggantikan semua pengorbanannya dengan apapun, karena tidak tergantikan bahkan dengan harta benda sekalipun.
 Do'aku di tahun ini adalah sembuhkanlah Ibuku dan angkatlah penyakitnya Ya Rabb, beliau ingin sekali bisa berangkat menunaikan Ibadah Haji. dan aku mendapat pekerjaan yang bermanfaat, juga melanjutkan S2 dan tetap berjuang di jalanNya untuk ummat, melalui PMII adalah pilihan dan keyakinanku bahwa semuanya akan baik-baik saja, PMII hanyalah Bendera dann Organisasi, tapi semua kembali kepada insan yang ada didalamnya, dan semoga aku bisa bermanfaat dan berjuang. dan bulan ini aku memilih untuk merantau di Ibukota, aku niatkan untuk menimba ilmu dan mengembangkan diri, karena saya mempunyai kesempatan itu, aku bertekad aku besar , keluargaku besar dan cirebon akan besar, semoga niat ini selalu mendapat Ridha dari Mu Ya Allah. dan restu dari kedua orang tuaku, dan guru-guruku. ku yakin Engkau selalu menyertai hambanya yang selalu mengingat dan menyebutNya. semoga aku termasuk golongan orang-orang yang beriman juga bertaqwa.
Dari semua do'a dan cita-citaku itu, aku berharap bahwa hidupku dapat bermanfaat untuk kehidupan, dan selalu berbuat kebaikan di sampai akhir menutup mata, meskipun kadang aku tak tahu apakah itu baik atau tidak, karena baik menurut manusia belum tentu baik menurutNya, bila ukurannya adalah kebenaran Tuhan, maka di akhir do'a dan segala laku aku lafalkan kalimat istigfar memohon ampun pada Allah, karena atas kehendaknya jugalah kita bisa berbuat, Allah belum tentu memberikan apa yang kita mau, melainkan akan memberikan apa yang kita butuhkan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PULANG

Saat itu tengah malam dan semua orang telah membaringkan badannya dengan mata terpejam begitu pulas beralaskan tikar, sedangkan di ranja...